Ini Penjelasan OJK Terkait Pemberian Keringanan Pembayaran Kredit

Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Elyanus Pongsoda (kiri). (foto : ist)

Beritabalionline.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No.11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical dampak penyebaran Covid-19.

Salah satu point dalam POJK yakni terkait pemberian keringanan atau penundaan pembayaran angsuran kredit selama satu tahun kepada debitur.

“Jangka waktu pemberian keringanan dan atau penundaan pembayaran angsuran kredit maksimal satu tahun tergantung seberapa besar (berat/ringannya) dampak Covid-19 kepada debitur,” terang Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Elyanus Pongsoda di Denpasar, Sabtu (18/4/2020).

Elyanus menerangkan, pemberian keringanan dan atau penundaan pembayaran angsuran kredit, dilakukan sesuai permohonan debitur kepada bank dan berdasarkan hasil evaluasi bank sesuai POJK.

Jenis relaksasi yang diberikan sebagaimana diatur dalam peraturan OJK mengenai penilaian kualitas aset, antara lain dengan cara.

Pertama penurunan suku bunga; kedua perpanjangan jangka waktu; tiga pengurangan tunggakan pokok; empat pengurangan tunggakan bunga; lima penambahan fasilitas kredit/pembiayaan; dan/atau enam konversi kredit/pembiayaan menjadi Penyertaan Modal Sementara.

Sebelumnya, Ketua DPD Perbarindo Provinsi Bali Ketut Wiratjana beserta Pengurus DPD Perbarindo Bali melakukan pertemuan dengan OJK Bali.

Kedatangan Pengurus Perbarindo Bali untuk membahas terkait Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No.11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai
Kebijakan Countercyclical dampak penyebaran Covid-19. (agw)

BACA JUGA:  Denfest 2019 Bukukan Omzet Rp7 Miliar