Sepi Tamu, Hotel di Nusa Dua Rumahkan Ratusan Karyawan

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa. (Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Bali yang selama ini mengandalkan sektor pariwisata tak berkutik menghadapi hantaman pandemi virus Corona atau Covid-19. Puluhan bahkan ratusan hotel maupun usaha yang berkaitan dengan pariwisata di Pulau Dewata tumbang.

“Tamu sudah tidak ada, artinya yang menginap di hotel sudah kosong,” terang Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa, Jumat (17/4/2020) di Denpasar.

Meski masih ada beberapa wisatawan asing di Bali, Kadisparda mengatakan bahwa itu tidak seberapa. Para tamu tersebut juga lebih memilih tinggal di villa atau mengontrak rumah.

“Jadi untuk yang menginap di hotel bisa dikatakan sudah tidak ada. Kalaupun masih ada tamu, mereka menyewa villa, atau yang sudah lama tinggal di rumah kontrakan,” jelasnya.

Sepinya tamu akibat dampak virus Corona juga diakui manajemen Grand Mirage Resort di kawasan Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung.

“Kita yang bekerja di pariwisata benar-benar merasakan dampaknya karena hotel tempat kami bekerja tutup,” terang Wayan Sukasih, Direktur Sales dan Marketing Grand Mirage Resort.

Menurutnya, penutupan hotel terpaksa dilakukan karena okupansi anjlok hingga di bawah 10 persen. Sehingga pihak manajemen memilih menutup hotel dan merumahkan ratusan orang karyawan sejak 1 April 2020.

“Di kami ada sekitar 600 orang karyawan dan sebagian besar diliburkan. Masih ada beberapa yang bekerja seperti security, engineering dan house keeping karena mereka ada yang jaga, melakukan perawatan dan bersih-bersih,” jelasnya. (agw)

BACA JUGA:  Berkas Kasus Suap Pejabat DLHK Denpasar Dilimpahkan ke Kejari