Nekat Gelar Kegiatan, Saras Studio Kena “Semprit” Satpol PP Gianyar

Petugas Satpol PP Gianyar bersama anggota Babinsa saat sidak ke Saras Studio, Kamis (16/4/2020) petang.

Beritabalionline.com – Nekat tidak mengindahkan imbauan Pemerintah terkait penanggulangan pandemi virus Corona atau Covid-19, Satpol PP Kabupaten Gianyar mengambil langkah tegas dengan memberi peringatan kepada pemilik Saras Studio di Jalan Subak Mungkul, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar, yang mengakan kegiatan senam kebugaran pada, Kamis (16/4/2020) petang.

Langkah itu dilakukan karena pemilik studio senam tersebut nekat beropersi dan melakukan kegiatan di tengah ancaman virus Corona. Padahal Bupati Gianyar Made Mahayastra sudah menjabarkan Surat Edaran Gubernur terkait dengan pembatasan kegiatan yang melibatkan banyak massa.

“Pembubaran ini dilakukan untuk menekan terjadinya penyebaran virus Corona (Covid-19) yang sangat membahayakan dan mencemaskan seluruh masyarakat. Karena itu, kami wajib mengingatkan dan menegur mereka yang kurang disiplin melaksanakan sosial distancing,’’ ungkap Kasatpol PP Kabupaten Gianyar, I Made Watha saat di konfirmasi di Denpasar, Kamis (16/4/2020) malam.

Lebih lanjut dikatakan, pembubaran ini dilakukan karena pihaknya mendapat laporan dari warga masyarakat bahwa Saras Studio itu selalu ramai pengunjung, sehingga berpotensi melanggar sosial distancing dan physical distancing. Tak hanya itu, kegiatan senam kebugaran yang dilakukan juga diposting ke media sosial Facebook.

Dijelaskan Watha, saat dilakukan sidak dengan anggota Babinsa pihaknya menjumpai ada lima orang ibu-ibu di tempat itu lagi senam. Diduga peserta yang lainnya sudah pulang, karena menurut informasi warga kegiatan senam kebugaran di Saras Studio dilakukan mulai pukul 17.00 WITA dan berakhir pukul 18.00 WITA.

Sementara pihak pemilik Saras Studio berdalih bahwa kegiatan tersebut (senam kebugaran) dilakukan di rumah sendiri.

“Kami tidak mempersoalkan apakah kegiatan (senam kebugaran) itu diadakan di rumah sendiri atau bukan, yang jelas kegiatan tersebut tidak mengindahkan imbauan Bapak Bupati Gianyar dan Gubernur Bali tentang social distancing dan physical distancing sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Januari-September 2020 Terjadi 335 Kasus Lakalantas di Denpasar, Didominasi Pengendara Motor

Ditambahkannya, menjaga kesehatan itu memang penting. Tapi menyelamatkan nyawa manusia jauh lebih penting. Karena nyawa manusia lebih berharga dari segalanya.

Bertitik tolak dari hal tersebut, kata Watha, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi untuk menekan penyebaran Covid-19 terutama berkaitan dengan social distancing dan physical distancing di masyarakat, baik secara door to door maupun di ruang publik

Sementara itu Watha tidak ada menyingung apakah dengan pelanggaran ini pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada pemilik Saras Studio dan sekaligus memeriksa kelengkapan izinnya. Hanya saja dikatakan bahwa untuk sementara pihak pemilik Saras Studio berjanji tidak akan mengadakan kegiatan senam kebugaran lagi yang diikuti oleh banyak orang selama pandemi Covid-19.

Selanjutnya dia berharap agar warga masyarakat Gianyar tidak membuat kegiatan atau aktivitas yang menyebabkan kerumunan massa. Selain itu, disarankan juga agar masyarakat tetap menjaga kebersihan, kesehatan, menggunakan masker dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan mengunakan sabun. (yes)