32 Pasien Corona di Bali Berhasil Disembuhkan, 78 Orang Masih Jalani Perawatan

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Beritabalionline.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan bahwa hingga Kamis (16/4/2020) jumlah pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh di daerah ini secara akumulatif ada 32 orang.

“Kabar gembira bagi kita semua, hari ini sembilan orang sahabat kita yang sembuh, tujuh orang Pekerja Migran Indonesia dan yang terinfeksi dari daerah lain ada dua orang,” ungkap Dewa Indra dalam keterangan persnya, di Denpasar, Kamis (16/4/2020).

Dengan demikian, lanjut dia, dari jumlah akumulatif 113 kasus positif COVID-19 di Bali, yang sudah dinyatakan sembuh ada 32 orang, sedangkan 78 orang masih menjalani perawatan di 11 RS rujukan yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Bali.

Pada Rabu (15/4/2020) jumlah pasien positif COVID-19 di Bali yang dinyatakan sembuh secara akumulatif ada 23 orang, sehingga hari ini ada tambahan sembilan orang yang sembuh.

Dalam kesempatan tersebut, Dewa Indra juga menyoroti masih ada penolakan dari warga masyarakat terkait lokasi karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sudah tiba di Bali.

Dia mengatakan sesungguhnya tidak perlu ada ketakutan berlebihan dari warga masyarakat karena penularan COVID-19 tidak melalui udara.

“Penularannya itu melalui interaksi jarak dekat, atau bagian tangan yang menyentuh permukaan benda yang sebelumnya terkena droplet dari orang yang positif COVID-19,” ujarnya.

Dewa Indra menegaskan bahwa mereka yang dimasukkan ke tempat karantina adalah yang sudah di-rapid test ketika tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan hasilnya negatif.

“Mereka yang dikarantina juga di bawah pengawasan pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, desa adat dengan pecalangnya (petugas pengamanan adat), sehingga orang yang dikarantina tidak bisa berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, orang luar juga tidak diiizinkan untuk memasuki tempat karantina, kecuali petugas medis maupun aparat keamanan,” tutup Dewa Indra. (itn)

BACA JUGA:  Polda Bali Lidik Dugaan Penimbunan Masker