Tabanan Siapkan Rumah Singgah bagi PMI

Asisten iII setda Tabanan AA Dalem Tresna Ngurah mengecek beberapa hotel melati di tabanan yang kemungkinan bisa dijadikan lokasi rumah singgah PMI.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Semakin  banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tabanan yang kini pulang.  Begitu tiba di bandara, mereka langsung menjalani rapid tes. Yang memiliki gejala mengarah Covid-19 langsung ditangani provinsi dibawa ke RSPTN UNUD atau RS Sanglah.

Sementara yang hasilnya negatif diserahkan ke kabupaten/kota masing-masing untuk menjalani isolasi mandiri. Terkait hal tersebut, Satgas penanganan Covid-19 Tabanan kini sedang menyiapkan rumah singgah bagi  PMI  yang baru datang tersebut.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tabanan I  Putu Dian Setiawan ketika dikonfirmasi menjelaskan, sesuai hasil rapat dengan provinsi, dalam penanganan Covid-19 ini, sudah dilakukan pembagian tugas untuk penanganan PMI. Untuk  PMI yang dinyatakan positif   sesuai hasil rapid tes oleh provinsi langsung dievakuai ke RS Sanglah atau RSPTN UNUD.

Sementara mereka yang hasil rapid tes-nya dinyatakan netaif terpapar Covid-19   penangannya diserahkan ke Kabupaten/kota masing-masing untuk menjalani isolasi. “Terkait hal tersebut, pihaknya di Tabanan tengah menjajagi beberapa tempat untuk dijadi lokasi isolasi selama 13 hari,” ungkapnya, Selasa (14/4).

Dijelaskan, pihaknya bersama gugus tugas di kecamatan bersama satgas gotong royong  telah melakukan penjajagan beberapa tempat kemungkinan bisa dijadikan rumah singgah secara bergrup di satu kecamatan atau satu desa. Satuan tugas menjajagi penginapan atau fasilitas pemerintah di wilayah masing-masing  untuk bisa dijadikan lokasi rumah singgah.

Hal ini dilakukan  untuk mengurangi keresahan masyarakat yang khawatir terpapar  Covid-19 dari PMI. Meski sebenarnya mereka sudah dinyatakan berdasarkan hasil rapid tes. Beberap tempat seperti hotel atau penginapan sudah dijajagi untuk dijadikan rumah singgah.

BACA JUGA:  Tabrakan dengan Truk Fuso, Pengemudi Suzuki Carry Nyaris Tewas

Pihaknya tidak memakai sekolah karena memerlukan perbaikan fasilitas pendukung terutama MCK.  Dipastikan rumah singgah yang disiapkan memang layak. “Dengan adanya di rumah singgah, mereka akan menjalani isolasi dengan baik selam 13 hari  dan  memudahkan pengawasan. Ini juga mengurangi keresahan warga ndan keluarga,” jelasnya.

Nantinya, secara teknis, setelah PMI tiba di bandara akan menjalani isolasi satu hari oleh provinsi dan menjalani rapid test. Dari hasil rapid tes tersebut akan diketahui yang terduga terpapar corona atau negative. Untuk yang negatif , nantinya akan dijemput angkutan yang disiapkan Dinas Perhubungan dibawa ke rumah singgah yang telah ditetapkan.

“Jadi mereka tidak dipulangkan ke rumah tapi langsung dibawa ke rumah singgah. Mereka akan dipantau tim kesehatan dan dijaga  petugas  keamanan  dibantu pecalang desa adat,”  sebut mantan Kabga Humas Tabanan ini.

Ditambahkan, saat di  Tabanan jumlah pasien positif corona berkurang satu menjadi empat orang. Satu orang dinyatakan sembuh. Satu orang masih dirawat di BRSU Tabanan bersama satu pasien PDP. Dua orang dirawat di RSPTN UNUD dan satu orang di RS Bali Mandara. Tiga orang PDP lainnya dirawat di RS Nyitdah. Selain itu, dari data Satgas Covid-19 Tabanan tercatat 12 orang dalam pemantauan (ODP), 16 orang tanpa gejala (OTG) dan 810 orang dalam perjalanan. (rls)