Pasien Positif Corona Terus Bertambah, Hingga 13 April 2020 Tercatat 4.557 Orang

Pasien Corona menjalani perawatan.

Beritabalionline.com – Pemerintah menyampaikan jumlah pasien positif Covid-19, mengalami peningkatan sebanyak 316 kasus, per hari Senin (13/4/2020). Sehingga totalnya mencapai 4.557 orang.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, bahwa penyebaran virus Covid-19 ini semakin cepat dan banyak. “Kita sudah menyaksikan penyebaran virus Covid-19 sejak beberapa minggu terakhir ini demikian cepat, demikian banyak,” ucap Yurianto.

Menurut dia, ini adalah gambaran nyata bahwa belum ada aktivitas sosial yang dibatasi dengan baik. Karenanya, dia meminta agar semua masyarakat bisa paham dan sadar untuk sepakat tinggal di rumah.

“Oleh karena itu bersama-sama kita pahami kita harus sadar, bahwa di antara keluarga masyarakat ada kelompok yang rentan, yang rentan terinfeksi, yang rentan terpapar virus, yaitu yang mereka masih memiliki aktivitas sosial yang aktif. Masih di luar rumah untuk hal-hal yang tidak penting,” ungkap Yurianto.

“Akibatnya, maka akan terpapar oleh banyak sekali virus yang dibawa oleh orang lain, yang kita tidak tahu apakah mereka dalam kondisi sakit atu tidak. Karena gambaran orang tanpa gejala, tidak ada keluhan apa-apa. Padahal, di dalam tubuhnya sudah ada virus,” pungkasnya.

Pada bagian lain Yurianto menyebut bahwa masyarakat yang masih memiliki tingkat mobilitas tinggi merupakan kelompok yang rentan tertular virus Corona atau Covid-19.

“Ada yang rentan, rentan terinfeksi, rentan terpapar oleh virus, yaitu mereka-merak yang masih memiliki aktivitas sosial yang sangat aktif. Masih di luar rumah untuk hal-hal yang kadang-kadang tidak penting,” katanya.

Ia mengatakan, mereka yang memiliki mobilitas seperti itu akan terpapar oleh banyak virus Corona. Virus ini dibawa oleh orang lain tanpa disadarinya.

BACA JUGA:  Kota Mataram Diguncang Gempa M 6,9, BMKG Sebut Tak Sebabkan Tsunami

“Karena gambar orang tanpa gejala sudah dipastikan tidak akan ada keluhan apa-apa, padahal di tubuhnya sudah ada virus,” jelasnya.

Atau, Yurianto melanjutkan orang dengan keluhan yang ringan sehingga orang tersebut tidak menginterpretasikan dirinya sedang sakit.

“Apabila ini mengenai lansia, para orang-orang tua yang disertai penyakit-penyakit bawaan sebelumnya. Pada kasus hipertensi, pada kasus diabetes maka akan dengan cepat kondisinya akan menjadi memburuk,” ujarnya.

Yurianto menerangkan, pada pasien Covid-19 seperti inilah yang membuat mereka cenderung cepat untuk merenggang nyawa.

Oleh karenanya, Yurianto meminta kita semua untuk melindungi mereka. Dengan cara tidak keluar rumah. Jika memang ada sesuatu yang penting yang mengharuskan keluar rumah, dia meminta supaya masyarakat mengenakan masker.

“Tetap di rumah saja. Secepatnya kembali kalau memang sudah tidak ada yang dikerjakan,” imbuhnya. (itn)