Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur Dapat Bantuan Wastafel Portable

Satgas Covid-19 dan Kwarda Bali I Made Rentin (kanan) serahkan bantuan wastafel portable. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali melalui Pramuka Peduli bersama tiga instansi terkait dan sebuah perusahaan swasta menyerahkan dua buah wastafel untuk Pura Ulun Danu Batur dan tiga wastafel untuk Pura Besakih.

“Kami juga memberikan bantuan berupa hand sanitizer, hand soap, vitamin, masker serta penyemprotan disinfektan,” kata Ketua Kwarda Bali, I Made Rentin, Minggu (12/4/2020) di Denpasar.

Rentin yang juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menerangkan, pemberian bantuan sebagai bentuk perhatian kepada Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur yang akan melaksanakan Karya Bhatara Turun Kabeh di Besakih.

“Ini juga untuk membantu Satgas Gotong Royong Penanggulangan Covid-19 Desa Besakih. Kita berjuang bersama masyarakat dan tim relawan dalam penanggulangan Covid-19 di Bali,” jelasnya.

Dirinya berharap wastafel portable dapat mengedukasi kepada masyarakat yang tangkil, sekaligus untuk melakukan upaya tindakan pencegahan penyebaran virus Corona yakni menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mencuci tangan setiap saat.

Made Rentin mewakili Pemerintah Provinsi Bali mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik dalam menghadapi virus Corona.

“Kepanikan tidak akan membantu menyelesaikan masalah. Yang harus dilakukan adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, baik di rumah tangga maupun lingkungan sekitar sebagai salah satu cara pencegahan penularan virus Corona,” tegasnya.

Sementara Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta yang sekaligus Ketua Panitia Karya mengatakan, pemedek yang akan melaksanakan persembahyangan saat upacara Ida Bhatara Turun Kabeh haruslah tetap menaati himbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Panitia, ucap Jro Mangku Widiarta, tidak bisa melalukan penutupan Pura, namun krama hindu diharapkan tetap mengikuti himbauan pemerintah.

“Silahkan medek, tetapi kami minta jangan rombongan,” sebutnya.

Ditambahkan, pembatasan rombongan pemedek diharapkan tidak lebih dari 25 orang. Sehingga imbauan pemerintah tetap dijalankan untuk meredam penyebaran pandemi Virus Corona.

“Pembatasan jumlah juga sebelumnya telah disampaikan agar krama hindu dapat memakluminya. Kalau melarang tidak, cuma mari kita ikuti himbauan pemerintah, untuk tetap menjaga jarak, dan tidak berbanyak orang,” terangnya.

Ida Bhatara sendiri papar Jro Mangku Widiarta tidak nyejer selama 21 hari seperti tahun sebelumnya, melainkan hanya tujuh hari saja yakni sampai 14 April 2020.

“Kondisi masih tingginya penyebaran virus corona, diputuskan akan nyejer selama tujuh hari,” pungkasnya. (rls)