Terjerat Kasus Narkoba, Adik Mang Jangol Dituntut 4 Tahun

Terdakwa I Made Susanayasa alias Made Kembar. (Foto : SAR)

Beritabalionline.com – I Made Susanayasa alias Made Kembar yang merupakan saudara kandung dari I Komang Swastika alias Mang Jangol (alm) dan merupakan saudara kembar dari I Wayan Sumada alias Wayan Kembar, Kamis (9/4/2020) dituntut hukuman 4 tahun penjara.

Dalam sidang yang berlangsung online video converter di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Dipa Umbara dalam amar tuntutannya menyatakan terdakwa I Made Kembar terbukti menyalahgunakan narkotika bagi dirinya sendiri.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang narkotika. “Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun,” tegas jaksa Kejati Bali itu dalam surat tuntutannya.

Atas tuntutan tersebut majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan pada sidang selanjutnya. “Kita tunda sidang hingga pekan depan,” tegas hakim sambil mengetuk palu.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam surat dakwaan jaksa I Made Dipa Umbara mengungkapkan, terdakwa asal Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat ditanngkap oleh pihak kepolisian pada 25 Oktober 2019 di tempat tinggalnya yang beralamat di Jalan Mekar II Blok A VI, Pemogan, Denpasar Selatan. Saat itu, polisi menemukan 1 buah plastik klip berisi shabu sisa pakai seberat 0,08 gram netto.

Sebelum ditangkap, terdakwa terlebih dahulu menghubungi orang yang bernama Gusmada dengan maksud meminta satu paket shabu. Setelah shabu itu diperoleh selanjutnya terdakwa mengunakan sabu tersebut di rumahnya.

Keesokan paginya, sekitar pukul 10.30 WITA, dua petugas kepolisian I Dewa Gede B. Yudha dan I Komang Sona Aditya mendatangi rumah terdakwa dan langsung mengamankannya. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan 1 buah plastik klip berisi shabu seberat 0.08 gram netto. (sar)

BACA JUGA:  14 WNA di Bali Terjaring Langgar Prokes, 3 Orang Terancam Dideportasi