LP Tolak Tahanan Baru, Pelaku Kejahatan Numpuk di Kantor Polisi

Pelaku tindak pidana narkotika digiring petugas di Mapolresta Denpasar. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Meski berkasnya sudah dinyatakan lengkap dan kasusnya siap disidangkan, saat ini para pelaku kejahatan tidak serta merta akan dikirim ke lembaga pemasyarakatan (LP), melainkan tetap menghuni sel kantor polisi.

“Benar, untuk sementara ini para pelaku kejahatan akan tetap berada di sel tahanan Polresta Denpasar maupun sel Polsek jajaran dengan status tahanan titipan kejaksaan,” kata Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (7/4/2020) di Mapolresta Denpasar.

Penitipan tahanan oleh kejaksaan ke kantor polisi dikarenakan pihak lembaga pemasyarakatan termasuk LP Kerobokan menolak tahanan baru karena khawatir dengan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Kendati mendapat beban tambahan karena menjaga pelaku yang seharusnya sudah berada di lembaga pemasyarakatan, Kapolresta menyebut hal tersebut tidak menjadi persoalan.

“Kita di Polresta Denpasar mendapat titipan sekitar 7 orang tahanan dari kejaksaan. Untuk uang makan kita sudah koordinasi dengan jaksa, karena ini bukan wewenang kita. Sejauh ini tidak ada masalah,” jelasnya.

Disinggung apakah polisi tidak akan segencar dulu dalam menindak para pelaku kejahatan karena dampak dari virus Corona, serta menjaga agar sel tahanan tidak over capacity atau kelebihan hunian, hal itu dibantah Kapolresta.

Menurutnya, aparat kepolisian akan tetap melakukan tindakan hukum terhadap para pelaku kejahatan, meski nantinya akan ada pemilahan apakah kasus tersebut dipandang besar atau kasus biasa.

“Penindakan tetap, namun sebagaimana perintah atau edaran Bapak Kapolri, agar dalam melakukan penahanan dilakukan secara selektif prioritas. Kalau memang kita meyakini harus dilakukan penahanan, ya tetap ditahan,” tegasnya. (agw)

BACA JUGA:  Bahas Wabah Babi Mati Mendadak, Polda Bali Temui Pihak Terkait