Nekat Beroperasi, Satpol PP Denpasar Bubarkan Kegiatan Studio Senam Marta Ayu di Jalan Tukad Bilok

Anggota Satpol PP Kota Denpasar bubarkan kegiatan senam di Studio Marta Ayu di Jalan Tukad Bilok. (Foto : Ist)

Beritabalionline.com – Nekat tidak mengindahkan imbauan Pemerintah terkait penanggulangan wabah virus Corona atau Covid-19, Satpol PP Denpasar mengambil langkah tegas membubarkan kegiatan senam kebugaran yang berlangsung di Studio Senam Marta Ayu, di Jalan Tukad Bilok, Gang Sekumpul No. 3A, Denpasar, Jumat (3/4/2020) sore.

Pembubaran tersebut dilakukan karena pemilik studio senam nekat beropersi dan sering melakukan kegiatan di tengah ancaman virus Corona. Padahal Pemerintah Kota Denpasar sudah mengeluarkan Surat Edaran Pembatasan segala jenis kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa.

“Pembubaran ini dilakukan untuk menekan terjadinya penyebaran virus Corona (Covid-19) yang sangat membahayakan dan mencemaskan seluruh masyarakat. Karena itu, kami wajib mengingatkan dan menegur mereka yang membandel dan kurang disiplin melaksanakan sosial distancing,’’ ungkap Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat di konfirmasi di Denpasar, Sabtu (4/4/2020).

Lebih lanjut dikatakan, pembubaran ini dilakukan karena pihaknya mendapat laporan dari warga masyarakat bahwa studio senam itu selalu ramai pengunjung, sehingga berpotensi melanggar sosial distancing dan physical distancing. Bahkan suara musiknya juga sangat keras sehingga warga yang ada di sekitarnya merasa sangat terganggu.

Studio Senam Marta Ayu.

Dewa Sayoga menambahkan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi untuk menekan penyebaran Covid-19 terutama berkaitan dengan social distancing dan physical distancing.

Untuk mencegah agar pelanggaran tersebut tidak terulang lagi, ia mengatakan pihaknya melakukan tindakan awal yakni memanggil Pemilik Studio Senam Marta Ayu sekaligus memeriksa kelengkapan izinnya.

“Untuk pemeriksaan secara lebih lanjut akan dilakukan pada Senin (6/4/2020) oleh penyelidik. Jika ada pelanggaran dan tidak memiliki izin maka akan diproses lebih lanjut serta bisa dikenakan sidang Tipiring,’’ tegas Dewa Sayoga.

BACA JUGA:  Percepat Digitalisasi Birokrasi, Jajaran Pemprov Bali Diminta Tinggalkan Pola Manual

Selanjutnya dia berharap agar warga masyarakat Kota Denpasar tidak membuat kegiatan atau aktivitas yang menyebabkan kerumunan massa. Selain itu, disarankan juga agar masyarakat tetap menjaga kebersihan, kesehatan, menggunakan masker dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan mengunakan sabun. (tra)