Akibat Wabah Corona Puluhan Art Shop di Kuta Tutup karena Sepi Pembeli

Jalan Poppies Lane II, Kuta tampak lengang. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Sejak merebaknya virus Corona (Covid-19) membuat sejumlah pedagang dan pemilik art shop di kawasan wisata Kuta, Bali mengeluh. Omzet dagangan mereka terus menurun sejak virus mematikan tersebut muncul di Indonesia, yang juga berimbas ke Bali.

Salah satunya Bambang, pedagang makanan dan minuman di Jalan Raya Kuta. Dia mengaku dagangannya sepi sejak virus Corona menyerang Indonesia, dan merebak ke Pulau Dewata.

Hal yang sama juga dialami oleh para pemilik art shop di sepanjang Jalan Poppies Lane I dan Poppies Lane II, Kuta, Badung. Mereka mengeluhkan sepinya pembeli sejak merebak Covid-19, beberapa bahkan memilih untuk menutup art shop-nya.

Kondisi tersebut dialami para pemilik art shop sejak pihak Desa Adat Kuta mengeluarkan imbauan untuk membatasi jam buka atau operasional para pemilik art shop, guna mencegah penyebaran virus Corona.

Meski ada pemilik art shop memilih untuk tetap buka, pihak Desa Adat meminta agar mereka tutup lebih awal dari biasanya, yakni maksimal pukul 21.00 WITA.

“Dulu kami bisa buka sampai jam 12 malam. Sekarang dibatasi hanya sampai jam 9 malam saja, kalau ndak tutup didatangi petugas, ya diminta baik-baik agar segera tutup,” ucap salah satu pemilik art shop di Jalan Poppies Lane II, Kuta, Badung, Sabtu (4/4/2020).

Namun meski buka, pria asal Jawa Timur ini mengaku tidak ada satupun tamu yang datang ke art shop-nya untuk belanja.

“Tamu sepi, banyak yang pulang sejak ada virus corona. Kalaupun ada, mereka hanya lewat saja ndak belanja,” jelasnya.

Made Oka Andyana, Ketua Satgas Regu 4 Desa Adat Kuta mengatakan, untuk art shop maupun usaha lain di wilayah Kuta diperbolehkan buka, namun jam operasionalnya dibatasi.

BACA JUGA:  Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Mahasiswa Cukup Tinggi, Ini Penyebabnya

“Kalau tempat hiburan malam sudah tutup, ndak ada yang buka. Kalaupun ada hanya bar-bar kecil, itu juga dibatasi maksimal jam 9 malam sudah harus tutup. Ini untuk mentaati imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” jelasnya Adnyana. (agw)