Warga Diimbau untuk Tidak Kumpul-kumpul dan Nongkrong di Seputaran Panjer

Suasana jalan pada siang hari di seputaran Kelurahan Panjer. (Foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Penutupan wilayah Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan oleh pecalang setempat dengan menggunakan pembatas separator dibuka. Namun petugas tetap berjaga di pintu-pintu masuk Kelurahan Panjer.

“Barrier tidak dipasang, namun nanti ada pecalang dan Jaga Baya di titik-titik atau pintu masuk wilayah Kelurahan Panjer,” kata Kabag Ops Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra, Jumat (3/4/2020) di Denpasar.

Saat berjaga, pecalang dan Jaga Baya mengunakan pakaian Pecalang Desa Adat Panjer. Selain berjaga, petugas keamanan desa ini juga melakukan patroli wilayah menginjak pukul 21.00 WITA.

“Dalam patroli keliling pecalang dan Jaga Baya memberikan imbauan kepada warga agar tidak nongkrong-nongkrong dan kumpul-kumpul di wilayah Panjer,” jelasnya.

Untuk tempat-tempat yang dijaga yakni di simpang traffic light Waturenggong – Jalan Sudirman, simpang Jalan Tukad Yeh Aya – Jalan Tukad Citarum, simpang Jalan Tukad Ijo Gading Waturenggong, dan simpang Tukad Pekerisan – Jalan Tukad Petanu, Denpasar Selatan.

“Pada intinya semua bertujuan baik. Pemerintah menjaga warganya agar tidak tertular penyakit karena sekarang situasinya gawat darurat akibat Covid-19,” jelasnya. (agw)

BACA JUGA:  Bupati dan OPD Tabanan Borong Panen Lele