Sepi Pembeli, Pemilik Warung Makan di Denpasar Menjerit

Pemilik warung, Dwi Cucuk Suryawan . (Foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Sejumlah pemilik usaha khususnya usaha warung makan di seputaran Denpasar dalam beberapa bulan terakhir ini mengeluh karena pendapatannya menurun drastis sejak merebaknya wabah virus Corona (Covid-19).

“Saya merasa penjualan mulai sepi sejak Hari Raya Kuningan (bulan Februari 2020), sehingga omzet kami turun drastis,” kata Dwi Cucuk Suryawan, pemilik warung makan nasi tempong di Jalan Tukad Batanghari, Denpasar Selatan, Jumat (3/4/2020).

Ia menuturkan, saat ini sudah jarang orang makan di warungnya. Padahal dalam kondisi normal atau sebelum wabah virus Corona merebak, puluhan orang silih berganti baik siang maupun malam beli makan di warungnya.

“Kalau dulu siang hari bisa 20 sampai 30 orang, malam sekitar 20 orang datang makan. Belum ditambah lagi Gojek, sekarang hanya satu dua orang kalau siang, malam malah tidak ada sama sekali. Gojek juga sama, sudah jarang,” keluhnya.

Dengan sepinya pembeli, warung miliknya yang bisa meraup omzet kurang lebih Rp2,5 juta perhari, kini hanya menghasilkan sekitar Rp300 ribu. Padahal biaya operasional warungnya cukup tinggi.

Untuk menyiasati agar warung yang telah dirintisnya sejak 2012 silam ini tetap buka atau beroperasi, Dwi terpaksa merumahkan empat orang karyawannya. Ia mengajak keluarganya untuk melayani pembeli yang datang.

“Sekarang saya sama istri dan anak-anak aja yang melayani kalau ada pembeli yang datang,” ujarnya.

Dirinya berharap wabah virus corona yang telah memakan korban jiwa ini segera berakhir, dengan demikian kondisi perekonomian masyarakat kembali pulih seperti semula (sebelum wabah Corona merebak). (agw)

BACA JUGA:  Bali Raih Penghargaan Response Rate Tertinggi Pertama dalam Sensus Penduduk Online 2020