Gubernur Koster Instruksikan Warga Bali di Luar Daerah untuk Sementara Tidak Pulang Dulu

Gubernur Bali I Wayan Koster. (Foto : Ist)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali I Wayan Koster mengeluarkan kebijakan baru berupa Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 tentang Penguatan Pencegahan dan penanganan Covid-19 di Bali, tanggap 1 April 2020.

Salah satu dari instruksi tersebut meminta agar Otoritas Bandara dan Otoritas pelabuhan meningkatkan pengawasan dan seleksi secara ketat terhadap perlintasan orang dan/atau penumpang sesuai protokol pintu masuk.

Kemudian bagi warga Bali yang tinggal di luar Bali, dimohonkan dengan hormat agar tidak pulang ke Bali selama masih ada Pandemi COVID-19. “Sebaiknya bersabar dengan tetap berada di wilayah domisili masing-masing, secara maksimal mencegah penyebaran COVID-19 demi keselamatan kita bersama,” pinta Gubernur Koster di Denpasar, Kamis (2/4/2020).

Menurut Koster, pembatasan masyarakat melakukan perjalanan ke luar dan/atau masuk ke Bali kini lebih diperkuat. Perjalanan ke luar dan/atau masuk ke Bali hanya dapat dilakukan apabila terdapat keperluan yang sangat mendesak atau warga negara asing yang akan kembali ke negaranya.

“Pembatasan ini tidak berlaku bagi angkutan logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan, dan tugas resmi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,” imbuhnya.

Selain itu, kegiatan bisnis/swasta diupayakan dilaksanakan dari rumah kecuali untuk kegiatan yang memberikan pelayanan secara langsung. Kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi dilaksanakan di rumah dengan menggunakan media pembelajaran secara daring/online.

Juga dilakukan pembatasan kegiatan keramaian dan obyek wisata dengan menutup operasional obyek wisata; menutup operasional hiburan malam; meniadakan kegiatan keramaian dan/atau hiburan, termasuk tajen; dan meniadakan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang.

“Agar masyarakat melakukan pembatasan kegiatan adat dan agama, dengan melaksanakan kegiatan adat dan agama agar dilaksanakan di rumah. Dalam hal kegiatan adat dan agama harus dilakukan di luar rumah, hanya melibatkan paling banyak 25 orang, dengan menerapkan jaga jarak fisik, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” harap Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

BACA JUGA:  PWI Bali Salurkan 1.000 Masker Bantuan PWI Pusat

Dia juga mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti arahan Presiden dan Pemerintah Daerah setempat dengan tertib dan disiplin. Seluruh masyarakat juga diajak terus berdoa dengan cara dan keyakinan masing-masing, untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar Pandemi ini segera berakhir.

Di sisi lain, Bupati/Wali Kota se-Bali diminta melakukan koordinasi dan sinergi dengan aparat keamanan setempat agar Instruksi ini berjalan secara efektif. (tra/agw)