Cegah Penyebaran Corona ke Dalam Lapas, LP Kerobokan Tolak Tahanan Baru

Kasipidum Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta. (Foto : Ist)

Beritabalionline.com – Selain berencana membebaskan beberapa warga binaannya, lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II a Kerobokan, Denpasar, juga terus melakukan beberapa cara untuk mencegah masuknya virus Corona atau Covid-19 ke dalam Lapas.

Yang terakhir, pihak Lapas Kerobokan saat ini menolak tahanan baru yang dikirim oleh Kejaksaan. Hal ini sesuai dengan surat edaran dari kementerian Hukum dan HAM RI terkait pencegahan masuknya virus Corona di dalam Lapas.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar I Wayan Eka Widanta saat dikonfirmasi beritabalionline.com, di Denpasar, Kamis (2/4/2020).

Eka Widanta mengatakan, terhitung sejak hari Senin tanggal 30 April 2020 pihak Lapas Kerobokan tidak lagi menerima tahanan baru. “Benar Lapas sudah tidak lagi menerima tahanan baru, ini sesuai dengan surat edaran dari kementerian Hukum dan HAM,” ujar Eka Widanta.

Atas penolakan tersebut, pihak Kejaksaan pun terpaksa mengembalikan tersangka ke tahanan semula yaitu di kantor Kepolisian, baik di Polresta Denpasar maupun Polsek-polsek yang ada di wilayah hukum Denpasar.

Namun demikian menurut Eka Widanta, pihak Lapas akan menanggung semua biaya makan tahanan selama dititipkan di kantor-kantor polisi tersebut.

“Informasinya begitu, jadi walaupun dititip di kantor polisi tapi Lapas yang menanggung biaya makan para tahanan tersebut,” pungkas Eka Widanta.

Meski begitu Eka Widanta menambahkan, proses tahap II yaitu penyerahan berkas acara pemeriksaan (BAP) berikut tersangka dari polisi ke Kejaksaan tidak bisa ditangguhkan atau ditunda. (sar)

BACA JUGA:  Bupati Suwirta Terima Suntikan Vaksin Kedua