Wabah Corona Dikhawatirkan Picu Aksi Kejahatan, Polresta Denpasar Lakukan ini

Aparat kepolisian melakukan patroli di seputaran wilayah Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Merebaknya virus Corona atau Covid-19 di Pulau Bali berdampak dengan penutupan tempat-tempat usaha terutama yang berkaitan dengan pariwisata seperti restoran dan hotel.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru yakni maraknya aksi kriminalitas terutama di wilayah hukum Polresta Denpasar.

“Wabah Covid-19 adalah persoalan bersama, karena tidak hanya terjadi di Bali tapi juga terjadi di beberapa belahan dunia. Jangan sampai masalah Covid-19 belum selesai, ditambah lagi dengan persoalan baru, yakni masyarakat melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti melakukan aksi kejahatan dan pelanggaran hukum lainnya,” kata Kabag Ops Polresta Denpasar I Nyoman Gatra, Selasa (31/3/2020) di Mapolresta Denpasar.

Untuk mencegah tindak pidana kriminalitas di tengah mewabahnya Covid-19, Polresta Denpasar menggelar Operasi Aman Nusa Agung 2020 selama 29 hari.

Sasaran dalam operasi yang berlangsung dari 19 Maret sampai dengan 17 April 2020 ini yakni tempat-tempat keramaian masyarakat, tempat- tempat perbelanjaan, daerah wisata, dan tempat-tempat hiburan.

“Selain di atas sasaran lainnya dalam operasi seperti terminal dan rumah sakit tempat dirawatnya pasien Covid-19,” jelasnya.

Khusus untuk menekan aksi kejahatan, Polresta Denpasar menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) bersama stakeholder terkait melakukan patroli di tempat-tempat tertentu terutama di kawasan pariwisata.

“Sekali lagi kami imbau kepada masyarakat bahwa kondisi ini harus disikapi dengan bijak, jangan menambah persoalan baru,” ucap Kabagops.

Di satu sisi, Polresta Denpasar menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah mematuhi imbauan pemerintah guna mencegah meluasnya penyebaran lebih luas virus corona.

“Hindari berkumpul atau mendatangi tempat-tempat keramain, jaga jarak satu dengan yang lain agar dapat mengurangi penyebaran virus corona. Terimakasih kepada masyarakat yang sudah patuh akan hal ini,” tegasnya. (agw)