Pemerintah Jerman Siapkan 3 Pesawat untuk Pulangkan Ratusan Warganya dari Bali

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Beritabalionline.com – Pemerintah Jerman bakal menjemput sekitar 750 warganya di Bali. Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Elfi Amir mengungkapkan, warga Jerman itu akan dijemput menggunakan maskapai Condor German Airlines.

Elfi menagatakan, pesawat itu datang ke Bali tanpa membawa penumpang atau ferry flight. “Iya betul (ada penjemputan) dengan tiga kali penerbangan,” kata Elfi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (30/3/2020).

Dia menjelaskan, pemerintah Jerman telah menyiapkan tiga pesawat untuk menjemput warganya. Kemudian, rencana pesawat yang kedua akan tiba di Bali hari ini pukul 16.30 WITA. Pesawat itu akan langsung bertolak ke Jerman pada pukul 17.05 WITA.

Karena, sebelumnya Jerman sudah menjemput warganya pada Sabtu (28/3/2020) lalu, menggunakan maskapai yang sama. Pesawat tersebut mengangkut 213 warga Jerman.

“Sebelumnya juga sudah pernah (dijemput),” imbuh Elfi.

Kemudian, satu pesawat lainnya atau terakhir akan tiba pada Selasa (31/3/2020) besok yang datang pukul 15.30 WITA dan berangakat 17.05 WITA dan tiga pesawat itu masing-masing diperkirakan mengangkut 250 warga.

“Setiap penerbangan 250 rencananya. Tapi data aktualnya baru diketahui setelah check in,” ujar Elfi, dilansir merdeka.com.

Tambah Kapasitas Ruangan Pasien Covid-19

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, untuk saat ini telah menangani pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 21 orang. I Wayan Sudana selaku Direktur Utama RSUP Sanglah Denpasar menerangkan dari 21 PDP, terdiri dari 2 warga asing dan 19 warga negara Indonesia.

“Hari ini kita merawat pasien status PDP ada 21 orang, ada 2 WNA dan 19 WNI,” kata Sudana di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Senin (30/3/2020).

Ia juga menyampaikan, untuk saat ini pihak RSUP Sanglah sedang menambah kapasitas ruang isolasi yang sebelumnya hanya berjumlah 18 kini ditambah 16 sehingga total ada 34 ruang isolasi.

BACA JUGA:  Empat Warga Kumpul Sambil Pesta Miras Diamankan ke Kantor Satpol PP Denpasar

“Kita ke depan sudah mulai untuk penambahan kapasitas penanganan Covid-19 ini. Kita tambah ruangan lagi dari sebelumnya 18 kita nambah lagi 16 sehingga totalnya menjadi 34. Jadi kita lagi menambah 16 tempat tidur, 16 ruangan,” ujarnya.

Ia menyampaikan, dengan adanya penambahan kapasitas itu tentu membutuhkan alat pelindung diri atau APD yang lebih banyak lagi serta masker dan lain-lainnya. Selain itu, juga kebutuhan tenaga medis untuk pelayanan pasien Covid-19.

“Nah tentunya ini yang membutuhkan APD lebih banyak lagi dari sebelumnya. Kebutuhan-kebutuhan ini sudah antisipasi baik itu pemberian dari Provinsi (Pemprov Bali) maupun dari berbagai kalangan donator,” ujarnya.

Sementara untuk kekurangan tenaga medis pihaknya melakukan perekrutan untuk pelanyanan pasien Covid-19. “Jadi kita sudah agendakan untuk merekrut lagi tenaga-tenaga akibat dari penambahan kapasitas ruangan yang kita tambahkan. Kemarin dari tahap pertama ada 18 orang kemudian untuk penambahan lagi 16 tempat tidur ini kita lagi menambah sekitar 20 orang tenaga,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, selama ini untuk APD di RSUP Sanglah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi melalui Satgas Covid-19 yang disalurkan lewat Dinas kesehatan Provinsi Bali dan disalurkan ke Sangla. Selain itu, juga ada sumbangan dari para donatur seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali serta donotur lainnya terkait masker.

“Saat ini dari hari ke hari kita update setiap kebutuhan ada saja yang memberikan sumbangan terutama yang pokok itu dari Satgas Covid-19. Untuk saat ini cukup dan semoga terus cukup. Karena kelihatannya perkembangan pasien ada penambahan makannya kita antisipasi masker supaya jangan sampai kurang,” ujar Sudana. (itn)