Murda Gelung Agung Pura Penataran Besakih Rontok Disambar Petir

Murda Gelung Agung di Pura Besakih yang tersambar petir. (Foto : Istimewa)

Beritabalionline.com – Akibat guyuran hujan begitu deras yang disertai bunyi halilintar, menyebabkan “murda” Gelung Agung yang berada di areal Pura Penataran Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, rontok atau mengalami kerusakan. Peristiwa ini pada Sabtu (28/03/2020) sekitar pukul 13.55 WITA.

Suara gemuruh yang terdengar cukup kuat saat petir menyambar itu sehingga mengagetkan sejumkah warga yang berada di kawasan Pura Agung Besakih. Selanjutnya warga yang melakukan penelusuran menemukan bahwa suara keras dari kilatan petir itu ternyata menyambar bagian pucuk atau Murda Gelung Agung yang berada di areal Pura Penataran Agung Besakih.

“Ya, tadi seorang pecalang yang ada di lokasi saat kejadian mengatakan bagian Murda Gelung Agung di Pura Penataran Agung Besakih yang tersambar petir,” ujar Kapolsek Rendang Kompol I Made Sudartawan membenarkan peristiwa tersebut.

Reruntuhan dari Murda yang tingginya mencapai belasan meter, jatuh ke arah selatan dan utara, menimpa dua buah lampu taman yang berada di areal taman dekat Gelung Agung tersebut.

 

Upacara Pengulap dan Guru Piduka

Sementara prajuru dan pangelingsir Desa Adat Besakih langsung menggelar upacara pengulap pengambe dan ngaturang sayut guru piduka pascarusaknya bagian Murda Gelung Agung di Pura Penataran Agung Besakih, Kabupaten Karangasem, akibat disambar petir.

Upacara pengulap pengambe dan ngaturang sayut guru piduka yang dilangsungkan di depan Padma Tiga Pura Penataran Agung Besakih pada Sabtu (28/3/2020) sore itu, dimaksudkan untuk memohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus memanjatkan doa agar semuanya baik-baik saja.

“Ya benar, upacaranya sudah dilaksanakan tadi sekitar pukul 16.00 Wita,” ungkap Bendesa Adat Besakih Jero Mangku Widiarta ketika dikonfirmasi mengenai ritual yang digelar pascakilatan petir menyambar bagian Murda Gelung Agung di Pura Penataran Agung Besakih.

BACA JUGA:  Cegah Penyebaran Corona, Pembelajaran Siswa di Denpasar Dilakukan di Rumah

Selain upacara pengulap pengambe dan ngaturang sayut guru piduka yang telah dilangsungkan, kata Jero Mangku Widiarta, tiga hari mendatang, tepatnya 31 Maret 2020, juga akan dilaksanakan upacara berikutnya, di mana saat ini sedang dirapatkan bersama prajuru Desa Adat Besakih. (tra)