Pemprov Bali Karantina Migran yang Singgah di Negara Terinfeksi Covid-19

Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinso Bali. /Foto : Ist

Beritabalionline.com – Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali melakukan langkah antisipasi terkait kedatangan para pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang kembali dari berbagai negara tempat mereka bekerja.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra ketika menggelar video conference di Denpasar, Minggu (22/3/2020) sore mengatakan, karantina selama 14 hari tidak diberlakukan bagi semua PMI, namun hanya bagi mereka yang berasal dari atau sempat singgah di negara terinfeksi Covid-19.

“Jadi terhadap mereka yang sempat singgah di negara yang merebak virus, serta tidak membawa sertifikat kesehatan atau health certificate, jelas langsung dikarantina. Atau bagi mereka yang meskipun telah menunjukkan health certificate, namun berdasarkan wawancara dan pemeriksaan oleh petugas KKP dinyatakan perlu diobservasi, ya dikarantina juga,” ucapnya, menjelaskan.

Protokol terhadap PMI asal Bali diterapkan mulai dari kedatangan mereka di Bandara Ngurah Rai. Tim yang sudah ada di bandara bersama Pemprov Bali dibantu aparat dari TNI/Polri akan melakukan pemisahan atau identifikasi penumpang untuk mengetahui mereka yang datang dari atau sempat singgah di negara terjangkit, dan mereka yang datang dari negara yang tidak terjangkit Covid-19.

Langkah berikutnya adalah pemeriksaan kelengkapan dokumen kesehatan berupa health certificate dari negara tempat PMI itu diberangkatkan menuju tanah air, dalam hal ini Bandara Ngurah Rai.

Setelah melalui proses identifikasi seperti itu, khusus bagi PMI yang berasal dari atau sempat singgah di negara terjangkit, dan tidak memperlihatkan health certificate, maka mereka harus mengikuti prosedur karantina yang telah disiapkan Tim Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

Bagi mereka yang berasal dari atau sempat tinggal di negara terjangkit meskipun telah menunjukkan health certificate, tetapi jika dalam proses wawancara dan pemeriksaan oleh petugas KKP dipandang perlu untuk karantina, maka PMI tersebut akan dikarantina, ujar Dewa Indra yang juga menjabat Sekda Provinsi Bali.

BACA JUGA:  Koperasi di Bali Hadapi Tiga Persoalan Serius di Tengah Pandemi Covid-19

Ia menyebutkan, demikian juga bagi PMI yang berasal dari negara-negara yang tidak terjangkit tetapi tidak membawa health certificate, maka akan di karantina. Bagi PMI yang tidak berasal dari negara terjangkit dan telah membawa health certificate tetapi jika dalam proses wawancara dan pemeriksaan lainnya dipandang perlu oleh KKP untuk karantina, maka PMI ini juga akan dikarantina.

Sementara bagi PMI dari negara manapun berasal, lanjut Dewa Indra, apabila saat diperiksa petugas KKP menunjukkan gejala-gejala yang erat kaitannya dengan gejala Covid-19, maka mereka akan langsung dibawa ke RS rujukan.

Satgas telah menyiapkan beberapa tempat karantina yaitu UPT Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat Provinsi Bali Tangtu yang berlokasi di Jalan By Pas IB Mantra, BPSDM Jalan Hayam Wuruk Denpasar dan beberapa lokasi lainnya. Selain menyiapkan lokasi, Satgas juga telah menyiapkan SOP terkait dengan prosedur karantina.

Selama proses karantina 14 hari, Satgas mengupayakan pelaksanaan Rapid Test Covid-19 setelah alat Rapid Test tersebut tersedia. Saat ini ketersediaan alat Rapid Test tersebut sedang diupayakan. Bila hasil Rapid Test itu menyatakan negatif dan kondisinya dalam keadaan sehat, maka mereka dipersilahkan pulang. (tra)