Gubernur Koster Imbau Masyarakat Bali pada 26 Maret “Mengurung Diri” di Rumah

Gubernur Bali I Wayan Koster.

Beritabalionline.com – Masyarakat perlu sungguh-sungguh memperhatikan penyebaran virus corona di Provinsi Bali yang cenderung kian meningkat. Penyebaran semakin meningkat tersebut harus lebih diwaspadai dan diantisipasi agar tidak menimbulkan korban yang lebih banyak.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan itu Senin (23/3/2020). Penyampaian imbauan ini berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pidatonya Minggu (15 /3/2020) tentang perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia. Juga atas Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/ 2020 tertanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona.

Menurut Gubernur Koster, upaya pencegahan yang paling efektif adalah membatasi aktivitas di luar rumah dan mengurangi interaksi dengan orang lain Sehubungan dengan hal tersebut, seluruh masyarakat Bali diimbau tetap berada di rumah masing-masing pada Kamis (26 Maret 2020).

Sebelumnya Koster melalui Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengungkapkan agar masyarakat mengurangi aktivitas yang melibatkan orang banyak sejak 15 Maret lalu hingga 14 hari ke depan.

Langkah ini penting dilakukan karena merupakan bagian dari mitigasi penyebaran covid-19. Namun kebijakan itu belum diterakan secara optimal oleh masyarakat Bali. Bahkan sebagian di antaranya cenderung memengkung alias membandel. Kegiatan berkerumun masih tampak seperti di Denpasar dan Gianyar.

“Mengenai penjarakan sosial kini menjadi menjaga jarak fisik. Pemerintah pusat, Pemprov Bali dan kabupaten/kota, telah mengeluarkan intsruksi untuk melaksnakan ini. Semua sudah membaca, mendengar, dan menonton, tapi masih banyak orang yang melanggar,” terang Dewa Made Indra.

Dengan adanya dua krama (warga) Bali yang positif terpapar virus corona, itu merupakan upaya untuk meyakinkan masyarakat. Dia mengajak masyarakat agar jangan memandang remeh virus ini. Dia menduga, sebelumnya masyarakat belum meyakini virus corona ada di sekitar kita, sehingga cenderung mengabaikan.

BACA JUGA:  Ini Penyebab Insiden Mobil Boks Terbalik di Bypass Ngurah Rai

“Jangan mengabaikan imbauan pemerintah, dan jangan pula menunggu aparat melakukan penindakan. Yang paling penting adalah kesadaran masyarakat, virus corona sudah ada di depan kita, mari waspada,” ungkapnya. Salah satunya mengurangi aktivitas di luar rumah. (tra)