Anggaran Focus Penanganan Covid-19, Pantau 191 PMI

Pemkab Bangli terus melakukan pemantauan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Bupati Bangli I Made Gianyar menyatakan sudah mengeluarkan instruksi untuk merumuskan ulang alokasi anggaran APBD maupun APBDes agar focus pada penanganan wabah Virus Corona (Covid-19).

Selain itu, Gianyar juga mengungkapkan di depan peserta rapat pencegahan Virus Corona, Selasa (24/3/2020), Pemkab Bangli terus melakukan pemantauan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari luar negeri. Ada sebanyak 191 PMI yang kini masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP).

“Kami dari pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya wabah ini dengan melakukan penyemprotan di tempat-tempat umum, selain itu kami juga sudah membuat tim pencegah Virus Corona (Covid- 19) ini. Disamping itu, perbekel, bendesa adat se Kabupaten Bangli agar mendata warganya yang baru datang dari bekerja di luar negeri,” tandas Gianyar seraya menyampaikan sejauh ini belum ada masyarakat Bangli yang positif terpapar Covid-19.

Kata dia, Pemkab Bangli akan menjajagi ke 191 PMI ini untuk mengecek kesehatannya dan juga menanyakan sertifikat sehat dari pemerintah dimana dia berlabuh. Sampai di Indonesia sertifikat itu harus ditunjukkan kepada pemerintah, kalau sudah memiliki sertifikat sehat maka akan dikembalikan ke desa masing-masing dan tetap akan dipantau pihak pemerintah kabupaten.

Bagi yang tidak memiliki sertifikat sehat, akan dikarantina secara terpusat oleh satgas Provinsi Bali selama 14 hari. “Jika selama 14 hari dinyatakan sehat maka akan dikembalikan ke desa asalnya tetapi tetep ada pemantauan dari satgas kabupaten,” imbuh Gianyar.

Rapat dihadiri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Ketua DPRD I Wayan Diar, Sekda Ida Bagus Gde Giri Putra, perwakilan Polres Bangli dan dari pihak Dandim 1626 Bangli serta kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. (kur)

BACA JUGA:  Jenazah Laki-laki Ditemukan di Perairan Cekik, Basarnas Belum Pastikan Korban Merupakan Penumpang KMP Yunicee