Tangkal Corona, Upacara Tawur Agung Nyepi di Prambanan Digelar Terbatas

Candi Prambanan.

Beritabalionline.com – Pengurus Harian Pusat Parisada Hindu Indonesia (PHDI) Jawa Tengah membatasi jumlah umat Hindu yang akan mengikuti Tawur Agung atau prosesi upacara sehari jelang perayaan Nyepi di Candi Prambanan, Klaten. Tujuan pembatasan untuk mencegah penularan penyakit yang disebabkan virus Corona.

“Sekitar 200 orang umat yang hadir ritual inti saja. Kita fokuskan pada pemimpin upacara, rohaniawan, yang menyiapkan sesaji dan perwakilan panitia,” kata Ketua Pengurus Harian Pusat Parisada Hindu Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, Anak Agung Ketut Darmaja yang dikonfirmasi awak media, Senin (23/3/2020).

Dia menyebut keputusan pembatasan ritual yang diselenggarakan di Candi Prambanan pada 24 Maret 2020 telah mengikuti instruksi dari PHDI pusat termasuk panitia Nyepi serta mengikuti petunjuk Gubernur Jawa Tengah.

Terkait penyelenggaraan Nyepi pada 25 Maret 2020, lanjut Ketut Darmaja, umat Hindu di Jawa Tengah akan berdiam diri di rumah masing-masing.

“Dengan adanya virus yang mewabah begitu luasnya, justru kami akan taat sekali dengan ajaran kami, Sipeng, Nyepi, melaksanakan Brata Penyepian, di rumah saja,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sepakat untuk menerapkan social distancing di tempat ibadah, dan tempat umum.

“Kita sepakat social distancing, untuk mencegah penularan virus corona makin meluas,” kata Ganjar Pranowo. (itn)

BACA JUGA:  7 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Speedboat Paspampres di Kalteng