105.000 APD akan Segera Didistribusikan ke Tenaga Medis

Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto. /Foto : Ist

Beritabalionline.com – Juru bicara (Jubir) Pemerintah Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto menegaskan, pemerintah telah memiliki ratusan ribu Alat Pelindung Diri (APD) untuk dokter dan tenaga medis. APD tersebut akan segera didistribusikan ke rumah sakit penanganan corona.

“Sudah dijelaskan tadi bahwa pemerintah melengkapi segala kebutuhan terkait dengan pelayanan perawatan Covid-19. salah satu yang sekarang sedang menjadi isu adalah bahwa kekurangan APD. Saat ini sudah disiapkan 105.000 APD, dan akan segera didistribusikan,” jelas Yuri di kantor BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020).

Selain itu, Yurianto juga menegaskan, pemerintah telah menyiapkan alat rapid test untuk mengetahui positif atau tidaknya seseorang dari virus corona. Hal tersebut sangat membantu screening orang-orang yang diduga terpapar vius Corona.

“Alat rapid test untuk pemeriksaan cepat yang bagian dati screening untuk kita menemukan kasus positif di masyarakat,” jelas Yuri.

Untuk diketahui, sejumlah kasus ditemukan para tenaga medis tidak menggunakan APD yang memadai bahkan di bawah standar WHO.

Tenaga medis rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Sumatera Selatan ini terpaksa memakai baju operasi bekas yang dicuci ulang sebagai ganti baju pelindung. Lantaran stok ADP sangat minim. Direktur RSUD Kayu Agung Mirda T Zulaikha mengakui stok masker, hand sanitizer dan baju pelindung diri tenaga medis sangat tipis.

“Di tengah penularan Covid-19 yang berkembang masif, kebutuhan sarana medis sangat krusial bagi kami. Apalagi RSUD Kayu Agung menjadi rumah sakit rujukan,” katanya, Kamis (19/3).

Stok yang ada hanya cukup untuk sekitar 3 hari ke depan saja. Termasuk APD baju pelindung yang hanya tersedia 20 set.

Pakai Jas Hujan

Kejadian serupa terjadi di RS Kesdam Cijantung, JakartaTimur. Petugas medis terpaksa menggunakan jas hujan saat menangani pasien Covid-19 karena keterbatasan ADP. Foto petugas medis itu kemudian viral di media sosial.

BACA JUGA:  Densus 88 Tangkap 10 Terduga Teroris dalam Lima Hari Terakhir

Salah seorang dokter yang bertugas RS Kesdam Cijantung, Shinta Kharisma mengatakan, kekurangan ADP sudah teratasi. Ia memastikan tidak ada lagi petugas medis mengenakan jas hujan sebagai pelindung diri. Semua sudah sesuai SOP penanganan pasien.

“Karena langsung ditindaklanjuti oleh satuan kami. Karena kami di bawah Kesdam Jaya. Sudah teratasi,” kata dia.

RSUD dr Slamet Garut juga mengalami hal yang sama. Pada Minggu (8/3/2020), tim pengantar pasien terinfeksi Covid-19 terpaksa menggunakan jas hujan karena stok ADP habis. Pasien tersebut hendak dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Direktur RSUD dr Slamet Garut yang juga merupakan Penanggung jawab Tim Penanganan Infeksi Emerging Covid-19 Kabupaten Garut, dr Husodo Dewo Adi mengatakan, bahwa APD di tempatnya memang telah habis. Hal tersebut pun kemudian menjadi salah satu alasan pasien PDP corona dirujuk ke RSHS Bandung.

“Kita hanya memiliki stok 20 PDP, dan sekarang sudah sudah habis setelah menangani dua pasien yang pemantauan dan pengawasan corona. Memang stok dari suplyer APD ini kosong karena tingginya angka permintaan,” ujarnya. (itn)