Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, 48 Orang Meninggal

Foto ilustrasi korban virus corona atau Covid-19.

Beritabalionline.com – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengungkapkan telah terjadi tambahan kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, dari 64 kasus menjadi 514 kasus.

“Angka kematian bertambah dari 10 orang menjadi sebanyak 48 orang,” terangnya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Sebanyak 64 kasus baru tersebut berasal dari DKI Jakarta (40 kasus), Jawa Barat (4 kasus), Jawa Tengah (1 kasus), Jawa Timur (15 kasus), Kalimantan Selatan (1 kasus), Maluku (1 kasus), dan yang terbaru adalah Papua (2 kasus).

Yurianto menerangkan data tersebut sudah diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi masing-masing untuk kemudian dilanjutkan ke rumah sakit.

Dengan melihat data kasus yang terus naik tersebut, ia kembali mengingatkan kepada masyarakat pentingnya melakukan pembatasan sosial berbasis.

“Upaya membatasi kontak adalah cara pencegahan terbaik. Kemudian menjaga imunitas diri agar tetap sehat dan melakukan aktivitas di rumah,” ucapnya.

“Semua harus berperan dalam penanganan pandemi ini, tidak bisa hanya pemerintah saja, melainkan butuh sinergitas dari seluruh komponen dan utamanya masyarakat itu sendiri,” lanjutnya.

Belajar dari hal itu, pemerintah dikatakan sedang menyiapkan rumah sakit tambahan, “screening” tes dengan menggunakan rapid test. Obat-obatan yang akan digunakan sudah dimiliki.

“Namun sekali lagi, obat-obatan ini atas resep dokter, atas indikasi yang diberikan oleh dokter, dan tidak dibenarkan untuk disimpan sendiri dan diminum dalam rangka pencegahan. Karena upaya pencegahan dilakukan dengan minum obat tertentu,” paparnya.

Di sisi lain, ada penambahan pasien yang sembuh dari Covid-19. Itu setelah dua kali dilakukan tes, 9 orang dinyatakan hasilnya negatif.

“Dengan penambahan 9 orang ini, total secara keseluruhan menjadi 29 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19,” pungkas Yurianto. (agw)

BACA JUGA:  Jaksa Agung akan Jewer Bawahan yang Tak Independen saat Pilkada 2020