Kadisperindag Imbau Upacara Nyepi Sederhana

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Kadis Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary mengimbau kepada warga Gianyar agar pelaksanaan upakara Nyepi lebih disederhanakan. Selain menyederhanakan sarana upakara Nyepi, diharapkan warga yang kembali dari pasar sehabis belanja agar mencuci tangan, mencuci belanjaan sehingga aman.

“Kami imbau sarana upacara agar lebih sederhana namun tidak mengurangi makna upacara itu sendiri,” harap Kadisperindag Gianyar, Luh Gede Eka Suari, Minggu (22/3/2020).

Eka Suary menyebutkan, di pasar umum dengan mobilitas manusia yang banyak, diharapkan warga tidak berlama-lama di pasar. “Beli kebutuhan pokok saja, jangan dan ingat sampai di rumah sehabis belanja, mencuci tangan, mencuci belanjaan.

Yang jelas melaksanakan hidup bersih,” imbau Eka Suary. Dikatakannya, beberapa waktu lalu Pasar Ubud dan Pasar Payangan sudah dilaksanakan penyemprotan desinfektan, dan menyusul nanti di Pasar Blahbatuh dan Pasar Sukawati. “Termasuk Pasar Hewan Blahbatuh juga nanti akan disemprot desinfektan, ini langkah antisipasi,” terangnya.

Terkait dengan komoditas kebutuhan pokok di Gianyar, stok masih aman dan pasokan barang-barang dari luar Bali masih normal. Diungkapkan harga komoditas seperti Apel Malang harganya naik Rp 2.000 dari harga Rp 18.000 per kilogram. Sedangkan Jeruk Kintamani mengalami kenaikan harga signifikan dari Rp 12.000 menjadi Rp 18.000. Sedangkan harga bunga, seperti bunga Pacar Galuh dari Rp 8.000 naik menjadi Rp 10.000 perkilogramnya. Harga bunga mitir naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 12.000. “Namun keseluruhan harga sayuran turun rata-rata Rp 3.000, saya kira harga ini tetap bertahan sampai Nyepi selesai,” terangnya lagi.

Sedangkan harga komoditas lain, seperti daging dan kebutuhan upacara lain masih normal. “Pasokan kebutuhan pokok dari luar Balu masih normal, sehingga tidak perlu was-was atau sampai melakukan penimbunan bahan makanan,” harapnya. Disamping itu, menyikapi kondisi darurat Covid-19, agar masyarakat kembali menikmati komoditas lokal dari desa. “Ini demi keamanan dan kenyamanan kita semua, sebaiknya ikuti anjuran pemerintah,” harapnya lagi. (yes)

BACA JUGA:  Gubernur Koster Dorong Kembangkan Industri Berbasis Keunggulan Lokal