Tiga Bulan, 22 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Lalin di Denpasar

Ilustrasi kecelakaan lalin.

Beritabalionline.com – Angka kecelakaan lalulintas (lalin) hingga menimbulkan korban jiwa di wilayah hukum Polresta Denpasar masih tinggi. Dalam kurun waktu tiga bulan dari bulan Januari hingga Maret, puluhan orang meregang nyawa.

“Dari bulan Januari sampai sekarang angka kematian akibat kecelakaan lalulintas mencapai 22 orang,” kata Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo, Jumat (20/3/2020) di Mapolresta Denpasar.

Dijelaskan oleh Kasat Lantas, korban meninggal dunia akibat lakalantas didominasi pengendara sepeda motor, dan penyebab kecelakaan lebih banyak dikarenakan out of control.

Kendari demikian, kasus kecelakaan lalulintas di wilayah Denpasar mengalami penurunan dalam tiga bulan terakhir. Bulan Januari terjadi 83 kasus dengan 13 orang meninggal dunia, 9 luka berat dan 117 luka ringan.

Bulan Februari menurun drastis menjadi 38 kasus dengan 5 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat dan 53 orang mengalami luka ringan.

Sementara hingga pertengahan bulan Maret, tercatat 23 kasus laka lantas dengan 4 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat dan 35 orang mengalami luka ringan.

“Penurunan angka laka lantas dikarenakan situasi kendaraan tidak sepadat sebelum-sebelumnya. Kemungkinan juga ini merupakan dampak dari berkurangnya tamu yang berwisata terutama warga asing akibat virus corona,” jelas Kasat Lantas.

“Namun demikian, kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin berlalulintas guna mencegah terjadinya kecelakaan,” ucap AKP Adi Sulistyo Utomo. (agw)

BACA JUGA:  Pilkel Serentak di Klungkung, Incumbent Banyak Berguguran