Mantan Kepala BPN Denpasar Diperiksa Sebagai Tersangka Dugaan Kasus Gratifikasi dan Pencucian Uang

Tri nugroho (tengah) membelakangi kamera saat diperiksa di Kejati Bali. (foto : Istimewa)

Beritabalionline.com – Tri Nugraha, Kamis (19/3/2020) memenuhi panggilan penyidik pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali sebagai tersangka dalam kasus gratifikasi saat menjabat Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) Denpasar.

Dalam pemeriksaan selama hampir 3 jam, pria berusia 53 tahun tersebut didampingi oleh penasehat hukumnya, Hasibuan,SH.

Kasi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Bali A. Luga Herlianto saat dikonfirmasi membenarkan terkait pemeriksaan terhadap Tri Nugraha. “Benar, ini adalah panggilan pertama Tri Nugraha sebagai tersangka,” terang pria yang akrab disapa Luga ini.

Diterangkannya, ada 24 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik, dan semua pertanyaan dijawab dengan baik dan kooperatif. “Pertanyaan masih seputar tupoksinya sebagai Kepala BPN, belum mengarah ke yang lainnya,” sebut mantan Kacabjari Nusa Penida itu.

Ditanya kapan Tri Nugraha ditahan, Luga mengatakan belum ada infomasi dari tim penyidik. “Soal yang lain belum ada informasi dari penyidik, nanti kalau ada perkembangan baru akan kami sampaikan,” pengkasnya.

Ditempat terpisah, Hasibuan selaku kuasa hukum Tri Nugraha mengatakan, posisi dari Tri Nugraha masih sebatas baru disangka dalam keadaan praduga tidak bersalah.

“Kalau soal pokok materi yang ditanyakan penyidik, belum saatnya kita sampaikan kalau menyangkut materi itu,” urainya.

Kata dia, kejaksaan masih menyebut sangkaan. Jadi menurut Hasibuan, boleh-boleh saja. Karena untuk bisa membuktikan sangkaan itu benar tentu itu harus melalui proses pengadilan.

“Kami punya keyakinan sekarang setelah ini diperiksa tahap demi tahap kejaksaan akan mengeluarkan SP3,” urainya.

Sebagaimana diketahui, tim Jaksa penyelidik mulai membuka kasus ini berdasar laporan PPATK yang tidak hanya sekadar gratifikasi. Tim juga menduga adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan tersangka.

BACA JUGA:  Divonis 6 Tahun, Penjual Buah yang Cabuli Bocah 13 Tahun Menangis di Hadapan Hakim

Dimana salah satu aliran dana yang sempat singgah ke rekening tersangka berasal dari mantan Wagub Bali, I Ketut Sudikerta sebesar Rp10 miliar. Namun tersangka mengaku itu pinjaman dan telah mengembalikan pinjaman tersebut tampa bunga dan tempo pengembalian. (sar)