Gubernur Bali Larang Kegiatan ‘Tajen’ dan Pengarakan Ogoh-ogoh

Pengarakan Ogoh-ogoh oleh remaja Bali saat malam Pangrupukan atau sehari sebelum Hari Suci Nyepi. (foto : Ist)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali I Wayan Koster mengeluarkan arahan, edaran dan instruksi terbaru dalam kaitan pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19. Arahan itu disampaikan Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 di Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam keterangan pers, di Denpasar, Jumat (20/3/2020).

Pertama, arahan kepada bupati/walikota se-Bali untuk menutup atau menghentikan kegiatan/kunjungan di objek wisata. Kedua, surat edaran kepada semua masyarakat tentang pembatasan kegiatan keramaian termasuk sabung ayam (tajen).

Aparat kepolisian dan kejaksaan diminta untuk bersama-sama melakukan pemantauan, pengawasan dan penertiban sesuai isi surat edaran tersebut.

Ketiga, gubernur mengeluarkan instruksi terbaru tentang pelaksanaan rangkaian hari suci Nyepi Tahun Caka 1942 di Bali. Pelaksanaan upacara Melasti, Tawur Kasanga, dan Pangrupukan dilaksanakan dengan melibatkan para petugas pelaksana upacara dalam jumlah yang sangat terbatas, paling banyak 25 orang.

Kemudian, tidak melaksanakan pengarakan ogoh-ogoh dalam bentuk apapun dan dimanapun. Dengan demikian, salah satu ketentuan dalam Surat Edaran Bersama PHDI Bali, MDA Bali dan Pemprov Bali yang sebelumnya menyatakan pengarakan ogoh-ogoh dapat dilaksanakan dengan pembatasan menjadi tidak berlaku. (tra)

BACA JUGA:  KPS Se-Kota Denpasar Rembug Bahas Pelestarian Sungai