Hindari Penyebaran Virus Corona, Objek Wisata Penglipuran Ditutup Sementara

Desa Pengelipuran tampak lengang.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Untuk mencegah penyebaran Virus Corona, Desa Adat Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, mengambil kebijakan untuk menutup sementara  kunjungan wisatawan ke Penglipuran. Penutupan akan mulai diberlakukan, Rabu (18/03/2020) hingga Senin 30/3/2020  mendatang.

Semenjak merebaknya Virus Corona, kunjungan wisatawan ke Penglipuran mengalami  penurunan. Tampak Selasa (17/03/2020) objek wisata yang terkenal dengan tata ruang perumahan dengan angkul-angkul klasik tersebut,  tampak lengang. Hanya ada satu dua wisatawan yang lalu lalang di objek wisata yang mendapatkan predikat terbesih ketiga di dunia tersebut.

Bendesa Adat Penglipuran I Wayan Supat saat ditemui mengatakan penutupan sementara telah berdasarkan hasil rapat pengelola dengan pihak desa adat.  Ini juga merupakam tindak lanjut dari surat edaran (SE) gubernur Bali dan bupati Bangli, tentang panduan tindak lanjut penyebaran Virus Corona. “Untuk mengantisipasi dan melindugi warga dari penyebaran Covid -19, kami sepakat melakukan penutupan sementara hingga 30 Maret mendatang.

“Mudah-mudahan dalam kurun waku 14  hari ke depan Virus Corona mereda,”ucapnya.

Penutupan tersebut, kata dia, secara tidak langsung akan berdampak pada ekonomi masyarakat terutama pedagang kuliner dan barang kerajinan dari rumah masing-masing warga. Desa Penglipuran juga akan kehilangan pendapatan dari retribusi wisata sebesar Rp 12 juta dalam seharinya. Namun demi keamanan dan kesehatan warganya, pihaknya siap menerima konsekuensi kerugian ekonomi.

“saat ini yang kami pikirkan adalah kesehatan warga desa adat. Kami berharap agar pemerintah segera menemukan cara untuk mengantisipasi Virus Corona,” pungkas Supat.(yaw)

BACA JUGA:  Putri Koster Apresiasi Kolaborasi Penyair dan Perupa dalam Buku ‘Gajah Mina’