Bupati Bangli Tekankan ASN dan Pelajar Tidak Keluyuran

Bupati Bangli, I Made Gianyar menerbitkan SE tentang Panduan Tindak Lanjut terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Bupati Bangli I Made Gianyar, akhirnya mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 197 tahun 2020 tertanggal 16 Maret 2020 tentang Panduan Tindak Lanjut terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli. SE tersebut diterbitkan setelah mencermati perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia dan arahan Presiden serta Surat Edaran (SE)  Gubernur Bali No. 7194 tahun 2020.

Dalam hal ini, Bupati Bangli, I Made Gianyar menekankan kepada  Aparatur Sipil Negeri (ASN) dan siswa tidak memanfaatkan masa liburan selama dua pekan ke depan untuk pergi keluyuran ke luar dari lingkungannya masing-masing.  Sebaliknya, diharapkan para siswa dan masyarakat Bangli lebih banyak melakukan aktivitas di rumah.

Sesuai SE Bupati Bangli tersebut, ada 8 poin iimbauan yang disampaikan. Pertama, kegiatan belajar mengajar bagi siswa mulai dari PAUD/TK, SD, SMP agar dilaksanakan di rumah dengan media pembelajaran secara daring/online. SE yang ditembuskan ke pimpinan instansi vertikal, pimpinan perangkat daerah dan para Perbekel di Kabupaten Bangli, tugas-tugas penyelenggaraan administrasi pemerintahan oleh para pegawai diupayakan dilaksanakan di rumah. Kecuali yang berkaitan dengan pelayanan publik secara langsung. “Yang harus bekerja di kantor, diutamakan para pejabat struktural terutama para pimpinan unit kerja,” tegas Bupati sesuai SE tersebut. Pelaksanaan ketentuan ini diatur oleh para pimpinan instansi vertikal, pimpinan perangkat Daerah Kabupaten Bangli dan Perbekel se-Kabupaten Bangli.

Poin ke tiga, diatur kegiatan perjalanan dinas ke luar negeri dan ke luar daerah Bali agar ditunda kecuali sangat penting dan mendesak. Keempat, kegiatan-kegiatan pemerintahan yang melibatkan orang dalam jumlah yang banyak seperti seperti rapat kerja, rapat koordinasi, seminar/symposium/lokakarya/ FGD, kursus/diklat dan lain-lain agar ditunda. Poin lima, kegiatan-kegiatan keramaian/hiburan dan kegiatan lainnya yang melibatkan massa agar ditiadakan/dibatasi. Keenam, agar setiap restaurant/ pasar modern/ pasar tradisional/ toko/ tempat keramaian/ pelayanan public wajib melakukan penyemprotan disinfektan. Lebih lanjut, kebijakan poin 1 sampai 6, berlaku mulai tanggal 16 s/d 30 maret 2020. Terakhir, semua pihak diminta tenang dan tidak panik. Tidak membuat dan atau menyebarkan informasi yang tidak akurat/ tidak berasal dari sumber resmi, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

BACA JUGA:  Jelang Pilkada Serentak 2020, Kapolresta Denpasar Temui Tokoh Se-Kecamatan Kutsel

Bupati Bangli Made Gianyar  mengakui keluarnya SE tersebut sebagai penjabaran dari arahan Presiden dan SE Gubernur terkait pencegahan penyebaran virus corona. “Spiritnya, dari awal muasal virus corona terjadi  kan di Wuhan, China. Pemerintahan di sana melakukan langkah seperti itu, sehingga cepat pulih. Sehingga kita harapkan pegawai diliburkan, untuk di rumah bekerja,” tegasnya.

Kata dia, yang libur adalah pelaksana atau pegawai. “Sementara pejabat-pejabat, masih tetap ngantor.  Kalau memang dibutuhkan atasannya supaya bisa kita panggil untuk bekerja. Spiritnya, diliburkan untuk diam di rumah. Bukan untuk jalan-jalan,” tegas Made Gianyar. (yaw)