Tangkal Corona, Gianyar Akan Gelar Upacara Tawur Labuh Gentuh Bumi

Bupati Gianyar menggelar rapat dengan PHDI terkait upacara Tawur Labuh Gentuh Bumi. (foto: yesiariska)

Beritabalionline.com – Pemkab Gianyar akan menggelar Tawur Labuh Gentuh Bumi, sebagai upaya niskala menangkal virus Corona atau Covid-19 yang makin mewabah. Hal ini diungkap Bupati Gianyar  Made Agus Mahayastra usai melakukan rapat dengan PHDI di Ruang Bupati Gianyar, Kamis (12/3/2020).

Mahayastra menilai, dibanding wabah yang lain, wabah virus Corona paling menakutkan. Lantaran tidak hanya menakutkan secara medis, tetapi juga dari segi pendapatan. “PAD kita ada di pariwisata,  sehingga bila PAD turun akan berdampak pada sektor lain” jelasnya.

Menurut Mahayastra, menyikapi kasus merebaknya virus Corona,  pemerintah Kabupaten Gianyar sudah melakukan penanganan sesuai standar oprasional prosedur (SOP). Namun di Bali diperlukan langkah niskala. “Langkah skala dengan mengikuti SOP sudah kami upayakan, kami seimbangkan skala dan niskalanya,” ujarnya.

Sesuai kesepakatan sulinggih,  lontar  yang dijadikan pedoman menangkal wabah yang terjadi adalah lontar Loka Segara Gumi. Menurut para sulinggih, semua hal terkait wabah, grubug, gering ada didalam lontar tersebut.  Dipilihnya jenis upacara Tawur Agung Labuh Gumi lantaran tawur tersebut sudah pernah berhasil di kabupaten Gianyar.

Berbagai wabah yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya juga ditangkal dengan menggelar jenis upacara tersebut. Sudah pernah berhasil, seperti wabah ulat bulu hingga gempa. “Segala upaya harus kami lakukan namun jika harus terjadi kami pasrahkan saja kepada Beliau (Tuhan),” jelasnya.

Terkait waktu pelaksanaan, masih menunggu hasil rapat yang dilakukan  provinsi, agar tidak berbenturan. Sedangkan lokasi dipilih di pesisir pantai. “Waktunya pelaksanaan kami menunggu hasil rapat provinsi lagi dua hari, lokasi kalau memungkinkan kami gelar di pantai Siyut atau Masceti dan Lebih, pemuputnya sarwa pandita,” pungkasnya. (yes)

BACA JUGA:  Bupati Giri Prasta Terima 2 Penghargaan dari KPK RI