Simpan 4 Paket Sabu, Sopir Taksi Dituntut 7 Tahun Penjara

Terdakwa Suharsadi Z Tasrief saat berada di PN Denpasar. (foto : Ist)

Beritabalionline.com – Pria 51 tahun kelahiran Ujung Pandang yang berprofesi sebagai sopir taksi tampak tertunduk lesu saat mendengar dirinya dituntut hukuman 7 tahun penjara dalam sidang yang di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (12/3/2020).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Oka Surya Atmaja dalam amar tuntutannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Koni Hartanto menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman. Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selam 7 tahun,” sebut jaksa dalam surat tuntutannya.

Selain memohon agar terdakwa dipenjara, jaksa juga memohon agar terdakwa yang merupakan residivis kasus yang sama ini juga dihukum dengan hukuman denda Rp.800 juta subsider 6 bulan penjara.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi tim pengacara dari PBH Peradi Denpasar langsung mengajukan pembelaan secara lisan yang intinya minta keringanan hukuman.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Suharsadi Z Tasrief yang rambutnya sudah mulai memutih itu ditangkap pada tanggal 15 November 2019 sekira pukul 14.15 WITA di rumahnya di Jalan Ahmad Yani, Denpasar Utara.

Penangkapan terdakwa ini berawal dari adanya informasi masyarakat yang menyebut telah terjadi tidak pidana peredaran narkoba yang melibatkan terdakwa. “Atas laporan itu polisi langsung melakukan penyelidikan,” tegas jaksa.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap terdakwa saat hendak masuk ke rumahnya. “Saat itu pula polisi langsung melakukan penggeledahan badan terhadap terdakwa,” kata JPU sebagaimana dalam dakwaan.

BACA JUGA:  Terima Rp10 Miliar dari Sudikerta, Mantan Kepala BPN Badung Berkilah itu Uang Pinjaman

Dari penggelapan itu polisi berhasil mengamankan 4 paket sabu. Kepada petugas terdakwa mengaku barang bukti sabu itu adalah miliknya yang dibeli dari orang bernama Made yang dikenal melalui Facebook seharga Rp.1,2 juta. (sar)