Cegah Gangguan Keamanan, Satpol PP Kota Denpasar Gencar Gelar Sidak

Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Kantor Camat Denpasar Utara, Senin (9/3/2020).

Beritabalionline.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar terus gencar menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan dan mewujudkan ketertiban di masyarakat.

Hal itu disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga di Denpasar, Kamis (12/3/2020). Anom Sayoga yang didampingi Kepala Seksi (Kasi) pembinaan, Penyuluhan dan Pengawasan Satpol PP Denpasar, Gede Sudana mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena masih adanya laporan dari masyarakat akan adanya gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat di wilayah Kota Denpasar.

Hal tersebut juga dilakukan untuk memastikan tidak adanya aktivitas di masyarakat yang justru berpotensi merugikan dan mengganggu orang lain. “Sidak ini akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham akan pentingnya taat aturan, sekaligus memberikan efek jera dan sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat,” tegasnya.

Untuk diketahui, belum lama ini Satpol PP Kota Denpasar pada Senin (9/3/2020) lalu, kembali menggelar sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) di Kantor Camat Denpasar Utara. Sidang kali ini menjatuhkan hukuman denda kepada 6 orang pelanggar KTR di kawasan Lapangan Puputan I Gusti Made Agung, di area Parkir Tiara Dewata, 2 orang PKL yang berjualan di Jalan Sugianyar dan 1 orang pelanggar perda terkait izin uaha di Jalan Antasura.

Dijelaskan, sidang Tipiring sebagai upaya untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar Perda. Selain itu, pelaksanaan sidang tipiring juga turut mengambil tempat di banjar atau ruang publik lainnya. “Ini sebagai bentuk sosialisasi perda guna meminimalisir pelanggaran perda oleh masyarakat,” tandasnya.

“Sidak dan Tipiring ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk penegakan Perda dan mensosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengaplikasikan dan mentaatinya,” imbuh Anom Sayoga.

BACA JUGA:  Kapolda Bali Serahkan Bantuan 100 APD ke RSUD Bali Mandara

Sementara Sudana mengatakan, adapun keenam orang itu adalah pelanggar Perda No 1 Tahun 2015 Tentang ketertiban umum dan Perda No 7 Tahun 2013 Tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Dalam sidang yang dipimpin I Made Pasek, SH,. MH dan Panitera Lien Herlinawati, SH,. MH, itu, menjatuhkan hukuman denda beragam bagi seluruh pelanggar dengan kisaran Rp150 ribu bagi pelanggar KTR dan denda Rp200 ribu bagi pelanggar PKL yang berjualan di Jalan Sugianyar atas nama Sabarudin dan pelanggar Perda terkait ijin usaha dengan denda Rp300 ribu.

“Para pelanggar tersebut nantinya akan dikembalikan untuk dilakukan pembinaan serta diberikan aarahan untuk tidak melanggar Perda,” demikian Sudana. (tra)