Bupati Suwirta Turun Tangan, Pengelola Transportasi Laut Menolak Bawa WNA PDP

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. (foto: ist)

Beritabalionline.com – Bupati Klungkung Nyoman Suwirta harus turun tangan langsung mengupayakan merujuk salah seorang warga negara asing (WNA) yang mengalami batuk dan pilek di Nusa Penida bisa dibawa ke Klungkung. Suwirta dalam jumpa pers, Kamis (12/3/2020) mengungkapkan sempat sejumlah pengelola transportasi laut menolak membawa WNA yang statusnya pasien dalam pengawasan (PDP). Suwirta mengangap wajar ketakutan itu ditengah merebaknya kasus virus corona saat ini.

“Akhirnya saya telpon langsung pengelola Kapal Nusa Jaya Abadi. Pengelolanya menyatakan siap. Sehingga bisa berangkat dengan mobil dan kapal sama sekali tidak ada penumpang,” ungkap Suwirta seraya menyampaikan dirinya sempat khawatir bagaimana saat bersandar di Padangbai. “Akhirnya percakapan saya lewat whatsapp diteruskan ke pihak ASDP, syukurlan berjalan lancar,”terang orang nomor satu di Pemkab Klungkung.

Ia menambahkan kapal Nusa Jaya Abadi sudah langsung dilakukan penyemprotan dengan disinfektan. Demikian pula tempat-tempat yang sempat dikunjungi WNA berjenis perempuan umur 20 tahun ini, Suwirta sudah memerintahkan Dinas Kesehatan melakukan penyemprotan disinfektan.

Termasuk melakukan pemantauan terhadap pihak-pihak yang sempat kontak langsung dengan WNA dimaksud seperti yang menyewakan motor, guide serta petugas kesehatan yang pertama kali menerima kedatangan WNA dimaksud.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Ida Ayu Megawati menambahkan, WNA itu awalnya mengalami batuk dan pilek. Sempat mendapat penanganan di Nusa Penida sebelum akhirnya dibawa ke Klungkung dan sore kemarin dirujuk ke RS rujukan regional.

“ WNA itu punya riwayat pernah berkunjung ke Singapore. Tinggal di Nusa Penida sejak Senin (9/3/2020) tanggal 11 Maret dirujuk ke sini,” imbuh Dayu Megawati didampingi Dirut RSU Klungkung Nyoman Kusuma serta Sekda Gede Putu Winastra.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Bangun SMA Negeri 1 Abang Seluas 1,4 Hektar

Dayu Megawati belum berani menyimpulkan WNA dimaksud positif terjangkit virus corona. “ Kami masih menunggu hasil pemeriskan laboratorium RS rujukan regional. Tapi tim survailand kami sudah melakukan pendataan di lapangan, untuk langkah pencegahan,” demikian Megawati. (rls)