Tunggu Kerpres/Inpres, Gianyar Tetap Pungut PHR

Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya.(foto: ist)

Beritabalionline.com – Menanggapi surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Bali, yang salah satu pointnya meminta kepada kabapaten se-Bali untuk menghentikan sementara pemungutan pajak hotel dan restoran (PHR) , Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya  mengatakan belum bisa menjalankan hal tersebut lantaran harus menunggu keputusan presiden atau intruksi presiden. Hal ini guna sebagai rujukan dalam menyusun regulasi di kabupaten Gianyar.

“Dalam perda yang ada di kita (Gianyar) memungkinkan untuk menerbitkan perbup asal ada kerpres atau inpres dari pemerintah pusat” ujarnya, saat di hubungi via telpon, Selasa (10/3/2020). Menurutnya, jika dijalankan nanti bisa menyalahi aturan regulasi yang telah disusun. Sehingga sementara waktu  pungutan PHR di Gianyar masih tetap dilakukan. Bila hanya merujuk pada surat edaran gubernur itu belum kuat karena belum ada kerpres atau inpres.

“Kalau sampai kita ikuti mengenolkan pajak untuk hotel dan restorant, hal tersebut bisa menyalahi aturan di regulasi kita”  ujarnya.  Ditambahkanya, perbub baru bisa di susun bila inpres atau kerpres turun. “nanti dalam perbub baru kita catumkan tidak akan memungut PHR selama kurun waktu tertentu” jelas Wisnu Wijaya. Sementara itu turunnya jumlah kujungan wisatawan Per Februari 2020 ini, disebut tidak berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Gianyar, dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Bahkan, Sekda Gianyar Wisnu Wijaya menyebut pendapatannya melampaui target, yakni 117 persen.

Meski demikian, pihaknya tidak mau berbrsar kepala, dan akan tetap menyiapkan opsi antisipasi terhadap penggunaan anggaran, seandainya pendapatan Per Maret 2020 mengalami penurunan. Dan, ketika pemerintah pusat memberlakukan pembebasan PHR selama enam bulan. “Sampai dengan akhir Februari, untuk pendapatan utama di sektor pariwisata, hotel dan restoran, kita ada pelampauan terget capaian, sekitar 117 persen,” ungkap wisnu. (yaw)

BACA JUGA:  Doakan Covid-19 Cepat Berlalu, Pengempon & Krama Adat Gelar Ritual di Pura Luhur Pucak Adeng