Nekat Lakukan Aborsi, Luki dan Mega Meringkuk 3,5 Tahun di Penjara

Sejoli ini dihukum 3,5 tahun karena lakukan aborsi. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Pasangan kekasih yang masih belia, Luki Pratama (20) dan kekasihnya Mega Ayu Sekarwangi (19) hanya bisa pasrah saat hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar mengetok palu dan menjatuhkan hukuman 3,5 tahun terkait kasus aborsi yang dilakukan terdakwa, Selasa (10/3/2020).

Dalam sidang yang berlangsung di ruang sidang Tirta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adyana Dewi menyatakan sejoli ini terbukti melakukan tindakan pidana secara berencana menghilangkan nyawa seorang bayi dengan berupaya untuk menggugurkan.

Perbuatan keduanya sebagaimana diatur Pasal 77A ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa selama dua tahun enam bulan penjara,” kata Hakim.

Atas putusan itu, Jaksa Heppy Maulia Ardani yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun menyatakan menerima putusan hakim. Hal senada juga disampaikan kedua sejoli ini sembari menytakan rasa penyesesalan atas perbuatannya menghilangkan nyawa bayi dari hasil hubungan terlarang kedua terdakwa.

Sebagaimana tertuang dalam dakwaan, berbagai upaya dilakukan terdakwa untuk menggugurkan si cabang bayi yang ada dalam perut kekasihnya, di antara minum pil tuntas selama beberapa bulan, olah raga berat, memakai korset ketat dan makan buah nenas muda dengan jumlah yang banyak.

Singkat cerita, pada Minggu 6 Oktober sekitar pukul 15.30 WITA, Mega mulai merasakan sakit di bagian perut. Setelah berkeliling ke sana kemari naik motor, akhirnya mereka memutuskan mendatangi klinik di Jalan Tukad Petanu, Panjer hingga malam hari.

BACA JUGA:  Enam Tahun Jadi Buron, Tersangka Korupsi ini Ditangkap KPK saat Pulang Haji

Malam itu, pihak klinik mengatakan tidak bisa menangani dan merujuknya ke RS Sanglah. Namun mereka menolak surat rujukan dan tidak mau diantar menggunakan ambulance.

Mereka kemudian pulang tapi tanpa tujuan yang jelas. Akhirnya mereka berhenti di tempat yang sepi di Jalan Kresek Gang Ikan Teri, Sesetan. Luki menyuruh Mega membuka celana dan mengambil posisi orang akan melahirkan.

Sekitar 3 menit kemudian lahirlah bayi jenis kelamin laki-laki itu di pinggir jalan. Bayi mungil itu diselimuti oleh terdakwa Luky dengan sarung yang telah disiapkan di jok motor.

“Saat meletakkan bayi tersebut di rerumputan tanah, dipergoki oleh saksi Mujiyanto dan Iman Bukari yang sedang lewat. Keduanya diantar ke klinik Bidan Wahidah di Jalan Pendidikan Sidakarya,” terang jaksa.

Karena kondisi bayinya lemah dengan badan membiru, pada pukul 02.00 WITA mereka dirujuk ke RSUP Sanglah. Setelah mendapat penanganan lebih lanjut, bayi yang dilahirkan di jalan tersebut tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia pada pukul 04.00 WITA.

Karena sejoli ini melahirkan bayi di luar nikah dan berencana melakukan perbuatan untuk menghilangkan nyawa bayi dalam kandungan, akhirnya terdakwa dilaporkan ke polisi.*sar