Ratusan Warga Tembagapura Minta Dievakuasi ke Timika karena Diteror KKB

KKB di Timika. (foto : Ist)

Beritabalionline.com – Sebanyak 614 warga di Distrik Tembagapura meminta segera dievakuasi ke Timika pada Minggu (8/3/2020). Mereka kesulitan mendapatkan bahan kebutuhan pokok sejak kehadiran kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah mereka akhir-akhir ini.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, warga yang meminta dievakuasi ke Timika itu berasal dari Kampung Banti 1, Banti 2, Opitawak dan Kimbeli.

“Total masyarakat yang akan dievakuasi Minggu petang ini ke Timika sebanyak 614 orang, yaitu dari Opitawak sebanyak 42 orang, Kimbeli 241 orang, Banti 1 163 orang dan Banti 2 sebanyak 168 orang,” ungkap Johnannes.

Berdasarkan laporan dari Kepala Distrik Tembagapura Marthinus Nuboba, warga yang meminta segera dievakuasi ke Timika itu didominasi warga Suku Amungme yang selama ini merupakan penduduk tetap di wilayah Distrik Tembagapura.

Warga meminta Pemkab Mimika menyediakan tempat penampungan sementara di Timika. Mereka akan kembali ke kampung halaman setelah situasi keamanan di Distrik Tembagapura pulih kembali.

Pemkab Mimika masih berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk manajemen PT Freeport Indonesia untuk menyiapkan tempat penampungan sementara bagi warga yang akan dievakuasi dari Tembagapura itu.

Ratusan warga tersebut kini masih menunggu mobil jemputan di Kantor SLD PT Freeport Indonesia di Tembagapura yang akan membawa mereka ke Timika.

“Kami dari Pemkab Mimika sebetulnya bisa memfasilitasi penampungan warga ini, tapi karena permintaan mereka sangat mendadak sehingga kami perlu berkoordinasi dengan semua pihak secara baik dimana tempat yang bisa digunakan untuk menampung warga ini untuk sementara waktu. Tentu kami juga harus memikirkan bagaimana makan-minum mereka (dapur umum), fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus), pelayanan kesehatan dan lain-lain. Sebab warga yang datang ini jumlahnya cukup banyak,” tutur Johannes. (itn)

BACA JUGA:  9 Penambang Emas Terjebak di Lubang Galian