BNNP Bali Musnahkan Narkotika Senilai Rp3 Miliar

Sebelum narkoba dimusnahkan, petugas melakukan tes terhadap barang bukti. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Badan Narkotika Nasional (BNNP) Bali memusnahkan 1,8 kilogram sabu. Narkotika yang dimusnahkan merupakan barang bukti hasil penangkapan oleh Tim Pemberantasan BNNP Bali.

“Selain sabu, turut dimusnahkan sebanyak 741 butir ekstasi,” kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa di Kantor BNNP Bali, Denpasar, Senin (9/3/2020).

Suastawa menerangkan, pihaknya memusnahan barang bukti setelah ada ketetapan putusan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.

Sebelum dimusnahkan dengan cara dibakar melalui sebuah mesin, sabu dan ekstasi senilai kurang lebih Rp3 miliar ini terlebih dahulu dites oleh petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Denpasar.

Untuk diketahui, sebelumnya BNNP Bali menangkap dua perempuan yang menjadi kurir narkotika bernama Ikaria Suci Rahmadhani (22) dan Putri Sinta Liliana (28) di Jalan Polonia, Tuban, Kuta, Badung, Senin (10/2/2020).

Penangkapan berawal ketika petugas BNNP Bali memperoleh informasi bahwa kedua wanita yang disebut-sebut penyuka sesama jenis (lesbi) ini membawa paket narkoba dalam jumlah besar.

“Ketika kami lakukan penggeledahan, ditemukan kardus ukuran sedang yang disimpan di bagian depan jok sepeda motor yang dikendarai pelaku,” terang Brigjen Suastawa.

Petugas nyaris saja tertipu lantaran di dalam dus hanya berisi makanan ringan. Namun setelah lapisan kardus dibongkar, ditemukan sabu yang dikemas sedemikian rupa hingga sulit dilihat secara kasat mata.

“Dari lapisan kardus didapati plastik bening ditutup rapat dan dilem
secara rapi. Plastik bening berisi sabu, dan setelah dilakukan penimbangan beratnya mencapai 837,66 gram netto,” jelas Kepala BNNP Bali.

Guna pengembangan kasus, keduanya digelandang ke kosnya di Jalan Tukad Musi, Denpasar Timur. Di sana petugas kembali menemukan sabu seberat 1 kilogram, ratusan butir ekstasi dan pil happy five.

BACA JUGA:  Kuasa Hukum Oknum Sulinggih Ajukan Pengalihan Tahanan

Hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengaku bahwa barang tersebut milik seseorang bernama Heri, narapidana LP Kerobokan.

“Kedua tersangka dan pengendali (Heri) tidak saling mengenal dan berhubungan melalui alat komunikasi. Hasil interogasi terhadap para pelaku, mereka mengaku berperan sebagai peluncur dan pemecah barang, kemudian mensupplai ke beberapa pembeli dengan modus tempelan,” bebernya.

Kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati. (agw)