Warga Denpasar Keluhkan Harga Masker Masih Meroket

Petugas kepolisian saat sidak di salah satu apotek di wilayah Denpasar. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Kendati sudah ada imbauan dari pemerintah agar distributor dan pemilik toko yang menjual masker tidak menaikan harga. Namun rupanya hal itu belum dipatuhi. Ini dibuktikan masih mahalnya harga masker di toko-toko wilayah Denpasar sejak kasus virus corona atau Covid-19 merebak. Bahkan harga masker naik berlipat-lipat.

“Dulu satu lembar masker saya beli Rp2 ribu, sekarang harganya Rp7 ribu. Itu pun saya keliling baru dapat masker,” ucap Diana, salah seorang warga Kota Denpasar saat ditemui, Sabtu (7/3/2020) di Denpasar.

Senada, warga lainnya bernama Eko juga mengaku terkejut dengan mahalnya harga masker. Ia baru tahu ketika anaknya minta dibelikan masker untuk keperluan di sekolahnya.

Naiknya harga masker juga diakui salah satu distributor alat-alat kesehatan, PT Rusdi Medica. Penanggungjawab PT Rusdi Medica, Yuli Anggraeni mengatakan saat ini pihaknya menjual satu kotak masker berisi 50 lembar seharga Rp150 ribu.

“Sebelum virus corona, harga masker per kotak hanya Rp25 ribu. Sekarang kami menjual Rp150 ribu,” ucapnya kepada petugas kepolisian dari Satreskrim Polresta Denpasar.

Dikatakan, pihaknya terpaksa menaikkan harga karena harga yang diperoleh dari distributor di Surabaya sudah naik. Tidak hanya itu, pihak distributor juga mengirim barang dalam jumlah terbatas.

Sementara itu guna mencegah penimbunan masker, Unit IV (Tipidter) Satreskrim Polresta Denpasar melakukan sidak ke apotek-apotek dan distributor alat-alat kesehatan di Denpasar.

Sidak dengan menggandeng Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kota Denpasar ini dilakukan untuk mencegah penimbunan masker oleh pelaku usaha ‘nakal’ yang sengaja memanfaatkan situasi di tengah merebaknya kasus virus corona.

BACA JUGA:  Putri Koster Minta Kader PKK Sosialisasikan Pola Asuh Tepat Sesuai Pertumbuhan Anak

“Kami mengimbau kepada pelaku usaha baik perorangan maupun badan usaha untuk tidak melakukan penimbunan masker dan tidak boleh menjual dengan harga yang tak wajar. Jika ditemukan maka kami akan tindak sesuai dengan ketentuan berlaku,” kata Kanit IV Satreskrim Polresta Denpasar Iptu M. Reza Pranata. (agw)