Cegah Penimbunan Masker, Polresta Denpasar Sidak ke Apotek dan Distributor Alat Kesehatan

Polresta Denpasar saat sidak masker di distributor alat-alat kesehatan. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Harga masker di Denpasar melambung tinggi sejak kasus virus corona mencuat ke permukaan. Tidak hanya mahal, masker juga seolah menjadi barang langka karena sulit ditemukan di toko-toko kecil.

“Seizin bapak Kapolresta, hari ini kami bersama Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kota Denpasar melakukan sidak ke toko yang menjual alat-alat kesehatan,” terang Kanit IV Satreskrim Polresta Denpasar Iptu M. Reza Pranata, Sabtu (7/3/2020) di Denpasar.

Iptu Reza mengatakan, sidak dilakukan guna mencegah penimbunan masker baik di apotek maupun distributor alat-alat kesehatan di wilayah Denpasar.

“Kegiatan ini bukan baru pertama kali digelar, namun sebelumnya kami sudah melakukan sidak di tempat-tempat lain,” jelasnya.

Meski demikian lanjutnya, pihaknya belum menemukan adanya penimbunan masker baik di apotek maupun distributor alat-alat kesehatan.

“Kami mengimbau kepada pelaku usaha baik perorangan maupun badan usaha untuk tidak melakukan penimbunan masker dan tidak boleh menjual dengan harga yang tak wajar. Jika ditemukan maka kami akan tindak sesuai dengan ketentuan berlaku,” tegasnya.

Sementara itu penanggung jawab PT Rusdi Medica, Yuli Anggraeni mengungkapkan bahwa saat ini stok masker sangat langkah karena distributor dari Surabaya mengirim barang dalam jumlah terbatas.

Tidak hanya itu, harga masker juga naik. Dikatakan, saat ini satu kotak berisi 50 lembar masker oleh distributor dijual seharga Rp150 ribu.

“Satu kardus isinya 12 kotak. Kami menjual 1 kotak Rp150 ribu, padahal normalnya Rp25 ribu. Kami naikkan harga karena distributor sudah menaikan harga terlebih dulu,” sebutnya. (agw)

BACA JUGA:  Gubernur Koster: Bulan Puasa Hendaknya Dimaknai sebagai Peningkatan Kualitas Kerohanian