Sepasang Kekasih Buang Bayi Menangis Terisak saat Dituntut 5 Tahun Penjara

Terdakwa sepasang kekasih usai menjalani persidangan di PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Pasangan kekasih, Luki Pratama (19) dan kekasihnya Mega Ayu Sekarwangi (18) menangis terisak saat dituntut jaksa dengan hukuman masing-masing 5 tahun penjara dan denda Rp500 juta, subsider 3 bulan kurungan penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar (PN), Selasa (3/3/2020).

“Kedua tersangka melanggar Pasal 77A ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nonor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sehingga menuntut terdakwa selama 5 tahun penjara,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Heppy Maulia Ardani.

Mendengar tuntutan jaksa itu, kedua terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya dari Posbakum Peradi, langsung mengajukan pembelaan atau pledoi secara lisan yang intinya memohon keringanan hukuman karena terdakwa mengakui perbuatannya bersalah dalam persidangan.

Menanggapi pembelaan lisan dari penasehat hukum terdakwa itu, jaksa menyatakan tetap pada tuntutannya.

Dalam dakwaan yang menyebut bahwa sejoli ini dalam keadaan panik lantaran, terdakwa Mega dalam kondisi hamil. Bahwa kedua terdakwa kompak untuk berencana menggugurkan bayi dari hasil hubungan gelap mereka.

Berbagai carapun dilakukan oleh sejoli ini, dari minum Pil Tuntas selama beberapa bulan, olah raga berat, memakai korset ketat hingga makan buah nanas muda dengan jumlah yang banyak.

Singkat cerita, pada Minggu 6 Oktober sekitar pukul 15.30 WITA, Mega mulai merasakan sakit di bagian perut. Setelah mutar-mutar keliling  naik motor, akhirnya mereka ke klinik di Jalan Tukad Petanu, Panjer hingga malam.

Malam itu, pihak klinik mengatakan tidak bisa menangani dan merujuk ke RS Sanglah. Namun mereka menolak surat rujukan dan tidak mau diantar mengunakan ambulance.

BACA JUGA:  Terungkap, Pelaku dan Korban 3 Tahun Pernah Menjalin Hubungan Asmara

Mereka kemudian pulang tapi tanpa tujuan yang jelas. Mereka kemudian berhenti di tempat yang sepi di Jalan Kresek Gang Ikan Teri, Sesetan. Luki menyuruh Mega membuka celana dan mengambil posisi orang akan melahirkan.

Sekitar 3 menit kemudian lahirlah bayi jenis kelamin laki-laki itu di pinggir jalan. Bayi mungil yang tak berdosa itu kemudian diselimuti oleh terdakwa Luky dengan sarung yang telah disiapkan di jok motor.

Saat meletakkan bayi tersebut di atas tanag yang ditumbuhi rerumputan, mereka dipergoki oleh saksi Mujiyanto dan Iman Bukari yang sedang lewat. Keduanya diantar ke klinik Bidan Wahidah di Jalan Pendidikan Sidakarya.

Karena kondisi bayinya lemah dengan badan membiru, pada pukul 02.00 WITA Mega dirujuk ke RSUP Sanglah. Setelah mendapat penanganan lebih lanjut, bayi yang dilahirkan di jalan tersebut tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia pada pukul 04.00 WITA.

Karena sejoli ini melahirkan bayi di luar nikah dan terencana melakukan perbuatan untuk menghilangkan jasad bayi dalam kandungan, akhirnya dilaporkan ke pihak keolisian untuk mempertangyung jawabkan perbuatannya. (sar)