Masyarakat Keluhkan Harga Masker Meroket, Sentuh Rp300.000/Kotak

Ilustrasi petugas gunakan masker saat meninjau Bandara Ngurah Rai, Bali. (foto : Ist)

Beritabalionline.com – Masyarakat Bali mengeluhkan melambungnya harga masker di pasaran yang mencapai Rp300 ribu per kotak.

“Banyak konsumen yang mengadukan hilangnya masker di pasaran dan kalau ada harganya melambung tinggi,” kata Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumem Bali I Putu Armaya dalam keterangan tertulisnya di Denpasar, Selasa (3/3/2020)

Menurut Armaya sejak merebaknya virus corona yang melanda Dunia, banyak konsumen yang memburu masker Untuk melindungi diri agar terhindar dari virus corona tersebut.

Namun ketika masker yang mau dibeli menghilang di pasaran bahkan juga ka ada harganya sangat mahal.

“Harga dulunya kisaran Rp.25 ribu per kotak sekarang bisa mencapai Rp250 ribu,bahkan sampai Rp.300 ribu per kotak,” sebut Armaya tak habis pikir.

Jika kondisi itu dibiarkan sangat merugikan konsumen dan oknum pelaku usaha penjual masker harus diberikan sanksi dan tindakan tegas karena mencari keuntungan semata dengan menjual harga yang sangat tinggi.

Armaya menghimbau melalui instansi terkait agar melakukan sidak ke pelaku usaha penjual masker, dan jika ditemukan menjual harga tinggi agar diberikan sanksi saja, karena merugikan konsumen.

Apalagi, sampai produknya hilang dipasaran, dan walaupun ada harganya pasti meroket, dan ini sangat merugikan konsumen.

Armaya yang juga seorang pengacara dan sering membela konsumen di Bali mengharapkan, kepada instansi terkait seperti Kementerian Perdagangan dan Dinas Perdagangan untuk melakukan pengecekan agar tidak ada penimbunan masker yang dilakukan oleh pedagang dan pelaku usaha nakal.

“Di Kementerian Perdagangan atau Dinas Perdagangan untuk turun melakukan pengecekan kalau memang harganya sampai melewati batas. Harus berani menegur dan berani menindak sesuai peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

BACA JUGA:  22 Perbekel di Klungkung Dilantik, Bupati Ingatkan Masalah Sampah

“Bila perlu pengawasan melibatkan Polri kalau memang tidak dijual ceks itu ke gudangnya, diobok-obok saja kalau memang (tidak jual) itu sudah melakukan pelanggaran itu,” sambung Armaya.

Menurut Armaya, bila hal itu tidak ditindak secara tegas akan terus berlanjut dan bisa saja harga masker semakin tinggi.

“Bisa saja (berlanjut), artinya isu corona semakin merambat sudah mulai semakin panik katakan begitu. Jelas yang namanya maskernya akan menjadi komoditas yang boleh dibilang dipermainkan oleh oknum-oknum pedagang nakal di sana. Jangan salahkan kalau harganya semakin tinggi dan mencapai jutaan per boksnya itu,” ujar Armaya.

Dalam persepektif UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, di pasal 4 UUPK, Konsumem memiliki hak atas informasi yang baik benar dan jujur, dan tidak boleh mengelabui masalah harga, dan sanksi bagi pelaku usaha nakal dan curang adalah Pidana Penjara 5 tahun dan denda maksimal 5 tahun. (itn)