12 Orang di Bali Diobservasi Terkait Dugaan Terjangkit COVID-19 karena Kontak dengan WN Jepang

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya. (foto : Ist)

Beritabalionline.com – Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bali melakukan observasi terhadap 12 orang yang melakukan kontak langsung dengan warga negara (WN) Jepang yang dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, usai melakukan perjalanan ke Bali dan sempat menginap di salah satu hotel di Kuta pada bulan Februari lalu.

Dari 12 orang itu, di antaranya petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara I Gusti Ngurah Rai, kemudian pegawai hotel dan sopir travel.

“Ada memang kasus dari Jepang yang sempat menginap di Bali kemudian hotelnya kita Awasi sampai 14 hari dan (12 orang itu),” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya saat ditemui kepada awak media di Denpasar, Selasa (3/3/2020).

Dia menyatakan, 12 orang itu sampai saat ini dirumahkan di kediaman mereka masing-masing, dan dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan yang sudah menanganinya.

Mereka dalam kondisi sehat. Namun untuk memastikan bebas dari infeksi Covid-19, masih menunggu hasil tes laboratorium pada tanggal 4 Maret esok.

“Kami masih menunggu hasil lab saja. Karena hasil pemantauan sampai besok 4 Maret dalam 2 Minggu. Kalau besok dia negatif clear berarti,” ujar Suarjaya.

Seperti yang diberitakan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali melakukan disinfektan di kamar salah satu hotel, tempat warga negara Jepang yang dinyatakan positif terinfeksi Corona usai melakukan perjalanan ke Bali tersebut menginap.

“Iya ditemukan di satu hotel saja, di kamarnya menginap sudah disinfektan, dibersihkan dulu dan sementara di-off-kan dulu,” kata Ketut Suarjaya.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona, kamar tersebut dikosongkan. Kemudian para pekerja yang pernah berinteraksi dengan warga Jepang itu diobservasi kesehatannya selama 14 hari.

BACA JUGA:  DPRD Gianyar Soroti Pelayanan Kesehatan Dinkes

“Sudah kita lakukan kontak tracking, pekerja di hotel yang kontak dengan pasien itu sudah diperiksa dan ditanya ada sakit apa tidak. Belum ada yang sakit demam, pilek dan sesak napas belum ada. Tapi tetap kita observasi sampai tanggal 4 Maret,” imbuhnya.

Dia menyampaikan, disinfektan di kamar hotel itu sudah dilakukan pada Senin (25/2) lalu, dan para petugas melakukan pembersihan menggunakan pakaian khusus dan kaca mata pelindung. Hal itu sesuai dengan standar operasional antisipasi virus Corona.

“Jadi kita lakukan pengamatan epidemiologi tempat di mana dia menginap. Juga pada tamu-tamu dan pegawai hotel yang kontak erat selama dia di Bali. Kemudian juga travelnya. Kita cek dan kita observasi selama 14 hari sementara hasilnya nihil,” ujarnya. (itn)