Hotel yang Dibangun dengan Dana Pampasan Perang itu Kembali Terbakar

Hotel Inna The Grand Bali Beach yang terbakar. (foto : Ist)

Beritabalionline.com – Sebuah hotel bintang lima yang dibangun dengan dana pampasan perang semasa  Presiden RI I Soekarno, yaitu Hotel Inna The Grand Bali Beach yang berlokasi tidak jauh dari bibir pantai kawasan wisata Sanur, Denpasar, Bali, Minggu sore (1/3/2020) kembali diamuk si jago merah.

Musibah kebakaran tersebut diperkirakan terjadi akibat sambaran petir, mengingat Denpasar dan sekitarnya sejak beberapa hari terakhir dilanda hujan lebat disertai kilatan petir yang kerap menyambar.

Koordinator Pemadam Kebakaran dari Pusdalops BPBD Kota Denpasar, AA Putu Sujendra ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa sumber api berawal dari lantai 10 Grand Bali Beach Inna Sanur. “Ya memang api berasal dari lantai 10,” ujarnya singkat ketika dikonfirmasi.

Sementara itu, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan langkah pemadaman api, dan sedang mengerahkan semua tenaga pada Pos BPBD Kota Denpasar, dibantu 2 ambulans dan Tim TRC BPBD Kota Denpasar.

Hingga berita ini ditunkan pada Minggu malam, tim pemadam kebakaran dilaporkan masih berusaha keras  memadamkan kobaran api pada hotel yang juga kerap dipakai kegiatan berskala nasional oleh PDI Perjuangan, partai pemenang pemilu tersebut.

Untuk diketahui, pada 20 Januari 1993 silam Hotel Inna The Grand Bali Beach yang kala itu masih bernama Hotel Bali Beach pernah dilanda kebakaran hebat dan hampir menganguskan semua bangunan hotel, kecuali kamar No. 327.

Hotel Bali Beach dibangun tahun pada tahun 1963 dan diresmikan pada bulan November 1966. Hotel Bali Beach (Grand Bali Beach) mempunyai sejarah tersendiri karena merupakan satu-satunya hotel berlantai 10 dengan tinggi lebih dari 15 meter.

BACA JUGA:  Kumpulkan Dandim Jelang Pencoblosan, Danrem Ingatkan Netralitas TNI

Hotel ini dibangun sebelum ada ketentuan bahwa bangunan di Bali maksimal tingginya 15 meter, sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Kdh. Tk. I Bali tanggal 22 November 1971 Nomor 13/Perbang. 1614/II/a/1971. Isinya antara lain bahwa bangunan di Daerah Bali tingginya maksimal setinggi pohon kelapa atau 15 meter. (tra)