540.230 Wisman Datang ke Bali Melalui Jalur Udara

Salah satu area keberangkatan di Bandara Ngurah Rai tampak lengang/foto: Agung Widodo/Beritabalionline.com.

Beritabalionline.com – Merebaknya Virus Corona atau COVID-19 di dunia membawa pengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada periode Februari 2020, dan tidak menutup kemungkinan pada periode-periode berikutnya

“Hal tersebut tidak lepas dari beberapa faktor. Salah satu faktor primer adalah penutupan sementara operasional penerbangan dari dan ke China hingga batas waktu yang belum ditentukan,” ucap General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali, Herry A.Y. Sikado, Minggu (1/3/2020) di Badung.

Herry mengatakan, pihaknya tidak memungkiri selama ini wisatawan asal China hampir selalu berada di posisi puncak jumlah terbanyak wisatawan yang kami layani. Hal ini tentunya akan cukup berdampak ke depannya.

“Namun demikian, prioritas kami adalah untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada setiap penumpang di bandar udara kami,” jelasnya.

Sementara itu, mengawali tahun 2020, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai-Bali mencatat sebanyak 540.230 wisatawan mancanegara masuk ke Bali melalui jalur udara selama bulan Januari.

Dengan jumlah total wisatawan sebanyak itu, terdapat pertumbuhan yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan angka di bulan Januari tahun 2019. Jika dilakukan perbandingan dengan jumlah wisatawan bulan Januari 2019, di mana terdapat 463.285 wisatawan mancanegara yang terlayani, maka pertumbuhan wisatawan mancanegara di awal tahun 2020 ini adalah sebesar 17 persen.

Wisawatan berpaspor China menempati urutan pertama dengan jumlah sebanyak 113.646, atau 21 persen dari total wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali melalui jalur udara. Australia dan India menguntit di urutan kedua dan ketiga dalam hal negara penyumbang wisatawan terbanyak, masing-masing dengan jumlah wisatawan sebanyak 105.575 dan 30.324 jiwa.

BACA JUGA:  Menteri Pertanian Siap Bantu Karangasem

“Seperti sebelumnya, tiga besar negara penyumbang wisatawan terbanyak adalah China, Australia, dan India. Jika dijumlah, ketiga negara tersebut menyumbang sebanyak 249.545 wisatawan, atau 46 persen dari total wisatawan yang kami layani,” terang Herry A.Y. Sikado.

Bulan Januari Bandara Ngurah Rai menyambut dua pembukaan rute penerbangan baru untuk rute internasional. Maskapai asal Vietnam, VietJet Air, resmi membuka rute penerbangan yang menghubungkan Hanoi dengan Bali pada tanggal 26 Januari.

“Sehari sebelumnya, maskapai nasional, Citilink, menghubungkan Bali dengan Bandar Udara Avalon di kota Melbourne, Australia. Tentunya hal ini merupakan hal yang baik, yang membuat Bali semakin terkoneksi dengan berbagai kota besar di dunia,” pungkas Herry. (agw)