Simpan 6 Paket Hasis, Bule Rusia Terancam 12 Tahun Penjara

Terdakwa warga negara asal Rusia, Andrew Ayer usai menjalani persidangan di PN Denpasar. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Bule Rusia bernama Andrew Ayer (31) yang kedapatan membawa dan menyimpan 6 paket narkotika jenis hasis, Rabu (26/2/2020) diseret ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk diadili. Sidang yang dipimpin Hakim IGN Putra Atmaja itu masih mengagendakan pembacaan dakwaan dari jaksa.

Untuk menghadap perkara Ini terdakwa yang selama di Bali tinggal di Bali Sila Dhika Homestay Jalan Pantai Brawa didampingi pengacara I Made Suardika Adnyana. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menghadirkan terdakwa dalam sidang adalah Ida Bagus Putu Swadarma Diputra.

Dalam dakwaan jaksa yang dibacakan di muka sidang terungkap, kasus yang menjerat terdakwa ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebut bahwa ada warga negara asing dengan ciri ciri tinggi badan kira-kira 175 cm yang sering dipanggil Andrew sering mengedarkan narkoba.

“Atas laporan itu petugas polisi dari Polresta Denpasar langsung melakukan penyelidikan hingga penangkapan pada tanggal 1 Oktober 2019 sekira pukul 22.00 WITA saat terdakwa berada di Shisa Cafe Jalan Sanset Road,” sebut jaksa dalam dakwaannya.

Saat ditangkap, petugas langsung melakukan penggeledahan badan terhadap terdakwa dan sebuah tas berwarna abu abu yang dibawa terdakwa. Dari hasil penggeledahan itu petugas menemukan 1 paket hasis didalam saku celana yang dikenakan terdakwa.

Dalam tas terdakwa polisi mengaman kan 1 paket hasis. Kemudian polisi kembali mengamakan 4 paket hasis yang disimpan terdakwa dalam sebuah kotak handphone. “Setelah dilakukan penimbangan terhadap 6 paket hasis itu beratnya adalah 504,77 gram netto,” pungkas jaksa.

Atas perbuatan itu, jaksa menjerat terdakwa dengan tiga pasal berlapis dari UU Narkotika. Yaitu Pasal 115 ayat (1) pada dakwaan pertama, Pasal 111 ayat (1) pada dakwaan kedua dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkitika pada dakwaan ketiga. Dengan jeratan pasal tersebut, maka terdakwa pun terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. (sar)

BACA JUGA:  Habisi Nyawa Pedagang Keripik, Arifin Dituntut 13 Tahun Penjara