Selundupkan Sabu di Celana Dalam, Dua Wanita Asal Thailand Divonis 16 Tahun Penjara

Dua terdakwa warga negara Thailand divonis 16 tahun penjara oleh PN Denpasar karena menyelundupkan sabu. (foto : SAR)

Beritabalionline.com – Dua orang wanita warga negara Thailand, Kasarin Khamkhao (26) dan Sanicha Maneetes (27) yang sebelumnya didakwa menyelundupkan narkotia, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (26/2/2020) masih bisa bernafas lega. Pasalnya, kedua wanita yang kedapatan membawa 892 gram sabu ke Bali dengan cara memasukannya ke celana dalam itu terhindar dari hukuman mati.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pimpinan Koni Hartanto dalam amar putusannya mengatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pasal 113 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat mengimpor, mengekspor atau menyalurkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beritanya diatas 5 gram. Menghukum kedua terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 16 tahun,” tegas hakim dalam amar putusannya yang dibacakan di muka sidang.

Selain menjatuhi hukuman penjara, terdakwa yang didampingi kuasa hukum I Made Suardika Adnyana ini juga diganjar hukuman denda sebesar Rp1 miliar. ”Apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama tiga bulan,” pungkas hakim.

Atas putusan uang lebih ringan 3 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Santiawan itu, kedua terdakwa langsung menyatakan menerima. “Kami menerima vonis yang mulia,” tegas kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya.

Sebelumnya dalam dakwaan diuraikan, kedua terdakwa ditangkap saat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menumpang salah satu maskapai penerbangan, Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 01.30 WITA.

Saat keduanya melewati pos pemeriksaan dan barang, petugas Pelaksanaan Pemeriksaan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Pabean Bea dan Cukai Ngurah Rai, Ni Nyoman Ayu Puspita Dewi dan Atika Fitri Ayu Apsari curiga dengan gerak-gerik keduanya.

BACA JUGA:  Kejari Denpasar Serahkan Uang 6,5 M Hasil Lelang Kasus Korupsi Parkir Bandara

Selanjutnya kedua terdakwa dibawa ke sebuah ruangan untuk dilakukan pemeriksaan. Di sana keduanya diminta melepas seluruh pakaian yang dikenakan. Kecurigaan petugas terbukti, dari Kasarin Khamkhao didapati satu bungkusan warna coklat menyerupai kapsul di dalam celana dalam yang dipakai terdakwa.

Sedangkan dari Sanicha Maneetes, ditemukan dua bungkusan warna coklat menyerupai kapsul. Sama, barang tersebut disembunyikan di dalam celana dalam yang dipakai terdakwa. ”Ketika dibuka, tiga bungkusan warna coklat menyerupai kapsul tersebut berisi sabu dengan berat mencapai 892 gram,” sebut jaksa.

Kepada petugas, kedua terdakwa mengaku barang tersebut diperoleh dari seorang laki-laki di Thailand bernama Boss, untuk dikirim kepada seseorang di Bali. (sar)