Dari Seminar Nasional HUT Ke 232 Kota Denpasar, Rai Mantra Tekankan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

Seminar Nasional serangkaian HUT ke 232 Kota Denpasar menghadirkan beberapa narasumber berskala lokal, nasional maupun internasional di Gedung Dharmanegara Alaya, Denpasar, Selasa (25/2/2020)/Ist.

Beritabalionline.com – Sebagai upaya berkelanjutan mendukung penguatan untuk menghasilkan terobosan dalam rangka pemajuan kebudayaan, penguatan inovasi serta mendukung kreatifitas masyarakat, Pemkot Denpasar serangkaian HUT ke 232 Kota Denpasar kembali menggelar seminar yang dikemas dalam tiga bidang pokok. Yakni Pemajuan Kebudayaan, Penguatan Inovasi Daerah dan Kreatifias.

Kegiatan yang mengangkat tema utama ‘Penguatan Identitas Meningkatkan Kemakmuran Melalui Inovasi Menuju Denpasar Bahagia Berkelanjutan’ ini, dibuka oleh Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas RI, Subandi Sardjoko di Gedung Dharmanegara Alaya, Denpasar, Selasa (25/2/2020).

Turut hadir Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, serta Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara, juga dihadiri Dubes Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins.

Sajian berbeda mewarnai pelaksanaan seminar kali ini. Hal ini dikarenakan pelaksanaannya menghadirkan beberapa narasumber berskala lokal, nasional dan internasional yang punya kompetensi di bidangnya masing-masing.

Mereka adalah Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas RI, Subandi Sardjoko, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, Dubes Afrika Selatan Hilton Fsiher, Dubes Vietnam, Pham Vinh Quang, Konjen Australia Anthea Griffin, dan Project Coordinator Culture Unit, UNESCO Jakarta, Diana Setiawati.

Wali Kota Denpasar dalam paparannya menjelaskan bahwa perkembangan Kota Denpasar dalam dua dekade terkahir telah mengadopsi berbagai inovasi. Mulai dari kota kreatif, kota pusaka, kota cerdas, kota orange ekonomi dan kota dengan wirisan budaya dunia. Sehingga penguatan identitas Denpasar kota budaya dan pemajuan eko (ekonomi), Homo (manusia/SDM), dan kultural (budaya) menuju kemakmuran dan kebahagiaan sangatlah tepat menjadi target pembangunan Kota Denpasar.

BACA JUGA:  Selama PPKM Darurat, Rumah Makan Boleh Buka, Asal Patuhi Aturan Ini

“Upaya menggabungkan ekonomi kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal adalah satu jawaban untuk mengatasi tantangan era digital di masa depan,” ujar Rai Mantra.

“Dari seluruh pembahasan dalam seminar ini tentu diharapkan mampu menciptakan ekosistem kebudayaan yang terbingkai dalam aplikasi Cultural Industri yang bermanfaat bagi masyarakat dan komunitas lokal, guna memunculkan gagasan model diplomasi kebudayaan yang bertujuan untuk kemajuan bersama, baik kebudayaan, pariwisata dan bangsa,” imbuh Rai Mantra.

Sementara Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas RI, Subandi Sardjoko dalam kesempatan tersebut turut memaparkan tentang arah kebijakan pembangunan sumber daya manusia dan pemajuan kebudayaan dalam RPJM 2020-2024.

Adapun secara nasional kebijakan diarahkan pada tujuh upaya. Mulai dari mengendalikan pertumbuhan penduduk dan memperkuat tata kelola kependudukan, memperkuat pelaksanaan perlindungan sosial, meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta, meningkatkan pemerataan layanan pendidikan berkualitas, meningkatkan kualitas perempuan dan pemuda, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan produktivitas daya saing.

“Pada prinsipnya strategi pembangunan sumber daya manusia bertujuan untuk menciptakan SDM yang berkualitas dan berdaya saing, serta secara berkelanjutan mendukung pemajuan kebudayaan secara holistik, sinergi dan integratif untuk memperkuat daya saing bangsa,” terangnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Denpasar, Putu Naning Djayaningsih menjelaskan bahwa pelaksanaan seminar ini sebagai upaya untuk mendiskusikan secara holistik tentang potensi, peluang tantangan dan solusi untuk pemajuan Denpasar Kota Budaya dan SDM Inovatif skala lokal, nasional dan internasional. Sehingga nantinya mampu dirumuskan recilien identity Denpasar Kota Budaya yang kokoh berbasis kearifan lokal yang terbuka secara multikultural.

Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini diikuti sedikitnya 500 peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari praktisi, budayawan, guru, tokoh masyarakat adat, akademisi, mahasiswa, komunitas kreatfi Denpasar, OPD serta masyarakat umum.

BACA JUGA:  Dari Sekitar 120 Ribu Wartawan di Indonesia, Baru 15 Ribu Dinyatakan Kompeten

“Dari seminar ini diharapkan dapat menghimpun masalah strategis yang dilanjutkan dengan penelitian baik disipliner maupun multi disipliner, sehingga mampu mendukung secara berkelanjutan informasi budaya, literasi budaya dan pemajuan kebudayaan itu sendiri,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) dan kerja sama internasional antara Pemkot Denpasar dengan Cambridge University Press Jakarta, penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemkot Denpasar yang dalam hal ini adalah BKPSDM dan Disdikpora Kota Denpasar dengan Cambridge University Press Jakarta dan kerja sama pengembangan Kota Denpasar sebagai kota tujuan pembangunan berkelanjutan (Sutainable Development Goals City). *Ist