Dampak Virus Corona, Pemerintah akan Berikan Hibah Rp3,3 Triliun Kepada 10 Destinasi, Salah Satunya Bali

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa/Ist

Beritabalionline.com – Merebaknya isu penyakit virus corona telah berdampak terhadap penurunan jumlah wisatawan ke Bali, khususnya wisatawan Tiongkok. Padahal wisatawan Tiongkok berada di urutan kedua setelah Australia.

“Jumlah wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali merupakan jumlah terbesar kedua atau 18,2 persen setelah wisatawan Australia dari total jumlah kunjungan wisatawan ke Bali sebanyak 6,3 juta,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa dalam siaran persnya di Depasar, Selasa (25/2/2020) malam.

Dikatakan, penurunan wisatawan Tiongkok tersebut sangat dirasakan oleh para pelaku usaha pariwisata seperti hotel, perjalanan wisata, transport wisata, pemandu wisata dan perajin oleh-oleh Bali.

Penurunan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok juga berdampak langsung terhadap penerimaan pajak hotel dan restoran yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota se Bali terutama Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Gianyar, dan Klungkung.

Lebih jauh dikatakan, penurunan jumlah wisatawan mancanegara ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali karena sektor pariwisata memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDRB Provinsi Bali.

Berkenaan dengan dampak negatif yang ditimbulkan akibat merebaknya virus corona tersebut terhadap jumlah wisatawan mancanegara, pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan yang sangat penting dalam membantu pemulihan pariwisata dan perekonomian.

Pertama, pemerintah memberikan tambahan anggaran sebesar Rp298,5 miliar untuk insentif airline dan travel agent dalam rangka mendatangkan wisatawan asing ke dalam negeri.

Kedua, untuk wisatawan dalam negeri diberikan sebesar Rp443,39 miliar insentif dalam bentuk diskon sebesar 30 persen potongan harga untuk 25 persen seat per pesawat yang menuju ke sepuluh destinasi wisata.

Ketiga, sepuluh destinasi pariwisata yang tersebar di 33 kabupaten/kota tidak dipungut pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen selama enam bulan.

BACA JUGA:  Alami Gangguan Kejiwaan, WN Rumania Dibawa ke RSJ Bangli

Sepuluh, destinasi pariwisata tersebut yaitu Danau Toba, Yogyakarta, Malang, Manado, Bali, Mandalika, Labuan Bajo, Bangka Belitung, Batam, dan Bintan.

“Sebagai gantinya, pemerintah pusat akan memberikan hibah sebesar Rp3,3 triliun kepada sepuluh destinasi,” jelas Putu Astawa.

Keempat, dalam APBN juga tersedia anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pariwisata sebesar Rp147 miliar yang akan dikonversi menjadi hibah ke daerah-daerah untuk memacu pariwisatanya.

Terkait kebijakan tersebut, atas nama Pemerintah Provinsi Bali bersama pemangku kepariwisataan dan seluruh masyarakat Bali menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada pemerintah pusat atas kebijakan yang telah diambil untuk mengatasi dampak penyakit virus corona terhadap
perekonomian Bali.

Dalam rangka mempercepat pemulihan kondisi pariwisata Bali, Gubernur Bali akan menyelenggarakan rapat koordinasi dengan mengundang Bupati/Walikota se-Bali dan para pemangku kepentingan pariwisata kabupaten/kota se-Bali untuk merumuskan program aksi yang akan diterapkan dalam jangka pendek dan jangka menengah. (agw)