Cegah Rabies, Pemkot Denpasar Lakukan Kastrasi dan Sterilisasi Hewan Lokal serta Vaksinasi Gratis

Seorang petugas tengah memeriksa seekor anjing peliharaan/Ist. 

Beritabalionline.com – Dalam mengendalikan populasi hewan liar terutama anjing dan kucing, serta upaya menekan penularan penyakit rabies, Pemkot Denpasar melaui Dinas Pertanian Kota Denpasar yang bersinergi dengan, Yayasan Seva Bhuana dan Yayasan BAWA (Bali Animal Welfare Association) selama empat hari ke depan (24 s/d 27 Februari 2020) menyelenggarakan kegiatan sterilisasi dan kastrasi khusus hewan lokal serta vaksinasi rabies gratis terhadap hewan peliharaan milik masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, di Denpasar, Selasa (25/2/2020). Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian Kota Denpasar itu dilakukan serangkaian memperingati HUT ke-232 Kota Denpasar.

Pada hari pertama kegiatan, terlihat masyarakat sangat antusias membawa anjing dan kucing lokal peliharaanya untuk divaksinasi, kastrasi dan sterilisasi. Dari data yang masuk, tercatat 32 ekor hewan peliharaan yang sudah terdaftar. Terdiri dari 8 ekor kucing, 20 anjing peliharaan dan 4 ekor anjing liar.

Menurut Ambara Putra, kegiatan vaksinasi rabies gratis ini sebenarnya merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemkot Denpasar. Hal ini memberikan dampak yang positif, tercatat sepanjang tahun 2017 Kota Denpasar terbebas dari kasus positif rabies (zero kasus).

Hal tersebut dikarenakan program vaksinasi yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kota Denpasar berjalan sangat baik dengan capaian cakupan vaksinasi rabies sebesar 87,56% dari 87.992 populasi Hewan Penular Rabies (HPR).

Dijelaskan, di Denpasar populasi anjing lokal lebih banyak dibandingkan anjing RAS. Berdasarkan data tahun 2017 populasi anjing lokal mencapai 96.000 ekor per tahunnya, sebagian besar merupakan anjing liar. Untuk itu Dinas Pertanian Kota Denpasar mengkhususkan sterilisasi dan kastrasi pada anjing lokal.

BACA JUGA:  Jika Tak Mau Terjerat UU ITE, Ketua SMSI Bali Ingatkan Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

“Dengan populasi yang cukup tinggi itu, kami melaksanakan kegiatan sterilisasi dan kastrasi gratis untuk mengendalikan populasi hewan lokal tersebut, karena banyak masyarakat yang masih membuang anjing maupun kucing di jalanan,” ungkapnya.

Selanjutnya masyarakat diimbau agar tidak lagi membuang anjing maupun kucing lokal ke jalan. “Jika ada yang membuang maupun menemukan anak anjing dan kucing liar di wilayah Denpasar tolong  langsung laporkan ke kami di Dinas Pertanian Kota Denpasar, kami akan menindak lanjutinya,” demikian Ambara Putra. (tra)